BANTENRAYA.COM – Wisata jembatan pelangi yang ada di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa menjadi salah satu wisata yang sepi dari pengunjung.
Sepinya pengunjung diakibatkan kurangnya kegiatan promosi wisata sehingga kunjungan wisatawan cenderung menurun meski destinasi ini memiliki potensi alam yang bagus.
Pantauan Banten Raya di lokasi Jumat (14/2) aktfitas di sekitar lokasi sangat sepi dan tidak ada wisatawan yang berkunjung sama sekali.
Baca Juga: Dark Comedy Terbaru! Sinopsis Film Mickey 17, Segera Tayang Maret 2025 di Bisokop Indonesia
Selain itu terdapat beberapa kayu yang mulai rapuh karena termakan usia sedangkan di bibir pantai terdapat para nelayan rumput laut yang sedang menebar bibit dan menjemur rumput laut.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Dito Chandra Wirastyo mengatakan, saat ini jembatan pelangi perlu ada pembenahan dari sektor kelembagaan.
“Jembatan Pelangi itu selama ini dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan waktu itu Pokdarwis masih klop sama kepala desa yang lama. Hanya saja setelah pergantian kepala desa yang sekarang memang terlihat tidak ada estafet perkembangan,” ujarnya, Minggu (16/2).
Baca Juga: Komunitas Seni Rumah Kotak Hitam Gelar Kegiatan Rock Painting di TBM Bale Cijayanti
Ia menjelaskan, peran kelembagaan antara Pokdarwis dan kepala desa menjadi poin penting untuk mengembangkan wisata jembatan pelangi seperti tata kelola wisata maupun promosi.
“Jadi memang Jembatan Pelangi ini perlu ada pembenahan dari sisi kelembagaannya. Terakhir saya ke sana memang kondisi mangrovenya dan kebersihannya memang harus ada perhatian yang lebih intens,” katanya.
Menurutnya, masalah estafet dari kepala desa yang lama ke kepala desa yang baru adalah masalah klasik yang sering terjadi di berbagai tempat wisata.
Baca Juga: Serba Bisa! Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Lebak Redakan Cekcok Pasutri di Depan Gedung DPRD
“Jadi gini untuk estafet kepala desa yang lama kepada kepala desa yang baru sebetulnya itu diperlukan bukan hanya di sektor pariwisata. Tapi di sektor apapun itu perlu, justru ini adalah salah satu masalah klasik tapi yang selalu berulang-ulang di setiap wisata,” jelasnya.
Dito mengungkapkan, saat ini tingkat kunjungan wisata Jembatan Pelangi juga cenderung menurun meski wisata ini lokasinya tidak terlalu jauh dengan Desa Wisata Bumi Tirtayasa sebagai wisata buatan.
“Jembatan pelangi yang di support oleh Provinsi dan dari pihak-pihak yang lain kondisinya semakin menurun dari sisi kebersihan, tata kelola, manajemen kelembagaan, tidak sebagus di Bumi Tirtayasa yang notabenya wisata buatan, ” paparnya.
Baca Juga: Derma Beautica Aesthetic Clinic Raih Penghargaan Best User and Top Spender 2024
Ia menjelaskan, pihaknya membutuhkan konsistensi dari peran Pokdarwis dan Kepala Desa dengan didasari komitmen yang kuat dalam mengembangkan industri wisata Jembatan Pelangi.
“Kuncinya sebetulnya sederhana yaitu kepala desa dan pokdarwis punya komitmen yang kuat, punya keinginan yang bagus untuk memajukan desanya sebagai salah satu destinasi wisata. Saya pikir enggak ada yang susah karena kalau berbicara potensi di situ banyak yang bisa digali,” tuturnya.***


















