BANTENRAYA.COM – Ratusan ribu ikan bandeng di 5 kecamatan di Kabupaten Serang menghilang dari tambak-tambak warga setelah diterjang banjir rob dari arah laut.
5 Kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Kramatwatu, dan Puloampel. Pemilik tambak ikan bandeng ini pun mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang Rochyan Aglan mengatakan, terdapat 14 desa yang terdampak akibat adanya banjir rob yang menghantam tambak-tambak ikan bandeng warga.
“Di Kecamatan Pontang ada Sukajaya, Linduk, Kubang Puji, Domas, Wanayasa, di Tirtayasa ada Desa Susukan, Alang-alang, Lontar, Tengkurak, di Kecamatan Tanara ada Desa Tenjo Ayu, dan Desa Pedaleman,” ujarnya.
“Di Kramatwatu ada tempat budidaya ikan yang terdampak di Desa Tonjong dan Desa Pamegkang, dan yang baru masuk laporan ke kita itu Desa Pulau Panjang,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 17 Desember 2024.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah meninjau langsung lokasi-lokasi tambak ikan milik warga yang digenangi air usai adanya laporan warga dan penambak ikan.
Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Bambang Dwi Susesno, Pembuat Naskah Akademik BUMD Terbaik di Banten
“Kita sudah cek lapangan langsung kita sudah cek ke pengusahanya langsung dan ketemu kepala desanya langsung untuk berkoordinasi dalam melakukan pendataan,” ungkapnya.
“Jumlah tambak ikannya mencapai 5.476 hektare secara keseluruhan tapi kemudian kita lebih rilnya kita masih melakukan pendataan,” katanya.
Rochyan menuturkan, ikan bandeng yang menghilang juga variatif mulai dari benih hingga mayoritas ikan bandeng yang sudah siap panen.
Baca Juga: Depresi Dicerai, Perempuan Muda di Kabupaten Serang Coba Bunuh Diri Terjun dari Jembatan
“Betul ikan bandeng di sana pada kabur ke sungai yang tadinya dipelihara tidak sampai terpanen,” tuturnya.
“Untuk jumlah ikan yang menghilang katanya mau dipanen di tahun baru. Sebelum dipanen malah hilang duluan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga berupaya untuk memberikan bantuan kepada para penambak ikan dan melakukan koordinasi dengan Kementrian Perikanan RI.
Baca Juga: Catat! Ini 5 Cara Elegan agar Dihargai oleh Orang Lain, Bisa Dilakukan Semua Orang
“Untuk bantuan benih sekarang kita agak susah karena benih ikan kan memang ada di masyarakat,” ungkapnya.
“Masalahnya benih bandeng di Kabupatan Serang juga kabur sehingga dari kami sejauh ini belum ada tapi kita akan berupaya mencoba berkoordinasi dengan pihak Kementerian,” paparnya.
Terpisah, Kepala Desa Domas Ukon Hidayat mengatakan, jumlah tambak ikan yang terkena banjir rob desanya mencapai kurang lebih mencapai 500 hektare.
Baca Juga: Spoiler Love Your Enemy Episode 9 Sub Indo: Seok Ji Lamar Yun Ji, Bakal Susah Dapat Restu?
“Jumlahnya sekitar 500 hektaran empang pada kena ombak terus ikannya pada lari kelaut ke kali, ada yang bisa diambil tapi tidak banyak,” tuturnya.
“Banyak yang mengeluh karena ribuan ikan yang sudah dibudidaya mendadak hilang seketika,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerugian yang didapat dari penambak ikan didesanya bisa mencapai ratusan juta rupiah dengan jumlah penambak ikan lebih dari 300 orang.
“Total kerugian keseluruhan bisa sampai ratusan juta terdampak karena air laut itu posisinya tinggi dari pada yang ditambak,” katanya.
“Kurang lebih 300 penambak, dan hampir semua tambak kena banjir hingga ikannya pada lari mulai dari yang mau panen, ada yang baru bibit, ada juga yang baru dua bulan,” katanya ***


















