BANTEN RAYA – Warga Lingkungan Ciwaru, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, mengancam akan memboikot pembangunan jalan nasional di daerah mereka.
Warga protes karena pembangunan tidak disertai dengan pembangunan drainase sehingga berpotensi memperparah banjir di daerah tersebut.
Yayat, tokoh masyarakat Lingkungan Ciwaru, mengatakan, sebelum pembangunan jalan dengan cara betonisasi di daerah Ciwaru dilakukan, rumah warga kerap kebanjiran lantaran drasinase yang buruk.
Baca Juga: Proyek DLH Kota Serang Terancam Acak acakan Gara Gara Ada…
Apalagi bila saat ini jalan di daerah mereka dibangun tanpa sebelumnya memperbaiki drainase.
“Warga mau memberhentikan pekerjaan ini,” kata Yayat, Sabtu (10/10).
Diketahui, saat ini dilakukan pekerjaan betonisasi di Jalan Abdul Fatah Hasan, atau tepatnya di daerah Ciwaru, dengan total panjang jalan yang dibangun yaitu 250 meter.
Baca Juga: 72,3 Persen Warga Kota Tangerang Selatan Sudah Tervaksin Dosis Pertama
Yayat mengungkapkan, bila drainase tidak segera dibenahi maka akan ada sekitar 28 kepala keluarga (KK) yang akan terdampak banjir di wilayah tersebut. Yang paling parah adalah warga di RT 04 RW 16 yang memiiki 28 kepala keluarga.
Yayat mengungkapkan, keinginan warga, proses pembangunan jalan didahului dengan pembangunan drainase. Sehingga, ketika hujan turun maka air akan mengalir bukan membanjirii kampung mereka.
Apalagi, banjir di daerah mereka merupakan banjir dari air kiriman di hulu. “Jadi keinginan warga itu drainase dulu dibenahi baru jalan. Nanti ngebongkarnya susah (kalau jalan dahulu yang diperbaiki-red),” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Tak Bersahabat, Final Paralayang PON XX Papua Ditunda
Kontraktor proyek betonisasi Jalan Abdul Fatah Hasan, Marbun, mengatakan, akan ada perbaikan saluran drainase di daerah di mana ada proses pembangunan betonisasi jalan di daerah Ciwaru. Ia bahkan mengungkapkan anggaran untuk itu sudah ada. Hanya saja sampai saat ini belum dikerjakan.
“Mungkin dua sampai tiga hari lagi baru akan dikerjakan,” ujarnya.
Marbun mengungkapkan, pembangunan jalan dan drainase di daerah itu merupakan satu paket pekerjaan. Namun secara kebetulan ia hanya mengerjalan pembangunan jalan. Sementara pembangunan drainase dilakukan tim lain.
Baca Juga: Tidur di Pos SAR BPBD Marbella, Warga Anyer Diduga Tewas Dibunuh
“Warga minta gorong-gorong dibersihkan karena merupakan salah satu penyebab banjir. Nanti saya akan usulkan ke pengawas, karena ini kan satu paket,” katanya. ***


















