BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perhubungan Provinsi Banten berencana akan membangun pelabuhan yang dikhususkan bagi kapal-kapal wisata.
Rencananya, pelabuhan tersebut akan dibangun di antara Kecamatan Sumur dan Taman Jaya, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pembangunan pelabuhan tersebut bertujuan agar meningkatkan kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi wisata seperti Pulau Umang dan sekitarnya.
Baca Juga: Pengelolaan Dana Desa di 96 Desa di Pandeglang Diperiksa Inspektorat
Sehingga, diharapkan dengan adanya pelabuhan wisata tersebut akan berdampak juga pada perputaran roda ekonomi di wilayah tersebut.
“Saat ini di sana sudah ada dua pelabuhan yang beroperasi tapi belum memenuhi syarat. Apalagi akses pelabuhan yang menuju ke Pulau Umang itu kan tertutup, hanya kapal-kapal yang mau ke pulau saja yang diperbolehkan. Makanya kita rencananya akan membangun pelabuhan di sekitar itu, antara Kecamatan Sumur dan Taman Jaya,” kata Tri kepada wartawan, Senin (9/9/2024).
Tri menjelaskan, nantinya kapal-kapal yang dioperasikan adalah kapal-kapal kayu khusus penumpang. Akan tetapi, nanti akan ditingkatkan dengan mengoperasikan kapal-kapal penumpang dari luar.
Baca Juga: Bikin Bau Tak Sedap, Sampah Kiriman dari Jakarta di TPA Bangkonol Dikeluhkan Warga
“Sementara nanti kapal kayu dulu yang akan dioperasikan. Kapal penumpang ya, bukan kapal nelayan untuk cari ikan, beda. Nah nanti baru kita tingkatkan agar kapal-kapal dari luar juga bisa masuk,” jelasnya.
Namun, Tri mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan tersebut belum bisa dilakukan pada tahun 2024 saat ini. Karena, pihaknya masih melakukan pencarian pilihan lokasi untuk dilakukan pembangunan dan penentuan lokasi.
“Belum, belum, kita belum tau tahun berapa, karena saat ini masih melakukan pencarian lokasi dan penentuan lokasi,” ujarnya.
Baca Juga: Lurah Gerem Diadukan ke Inspektorat Kota Cilegon Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN
“Karena kita perlu lakukan koordinasi dengan Kabupaten setempat kan, apalagi wilayah itu termasuk ke dalam wilayah yang dilindungi. Kalau luasnya masih di bawah lima hektar, bisa kita lakukan langsung. Tapi kalau lebih dari itu ya perlu koordinasi itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Tri mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya pelabuhan wisata tersebut, selain bisa meningkatkan kunjungan wisata, juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar dan UMKM.
“Konsepnya nanti di pelabuhan itu akan kita berdayakan UMKM setempat, termasuk sarana kantong-kantong parkir kendaraan,” pungkasnya.***

















