BANTEN RAYA.COM – Berdasarkan data 850 anak di Kota Cilegon masih mengalami stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon gencarkan program rembuk stunting bersama seluruh stakeholder untuk turunkan angka stunting 2024-2025 di Aula Bappedalitbang Kota Cilegon, Kamis (25/7).
Sekretaris daerah Kota Cilegon Maman Mauludin mengatakan, rembuk stunting tersebut untuk menyiapkan langkah dalam penanganan stunting di Kota Cilegon 2024-2025 bersama para
stakeholder.
“Kita sedang menyusun rencana kerja, mengevaluasi dan secara regulasi aturan ini bentuk intervensi secara menyeluruh. Sampai Juni 2024 tercatat masih ada 850 anak di Kota Cilegon yang masih mengalami stunting. ” kata Maman kepada wartawan saat ditemui di Aula Bapedalitbang Kota Cilegon, Kamis (25/7).
Maman menyampaikan, sangat penting peran secara bersama-sama Pemkot Cilegon menyusun langkah dalam menangani stunting bersama seluruh stakeholder yang ada di Kota Cilegon untuk saling berkoordinasi.
“Termasuk para pelakunya juga untuk sama-sama mendukung dalam menurunkan angka stunting untuk terus ditekan,” sambungnya.
Baca Juga: Perantara Jual Beli Cula Badak, Yogi Purwadi Divonis 4,5 Tahun Penjara
Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan
gizi berbasis masyarakat Kota Cilegon (E-PPGBM) ia menyebutkan angka prevalensi stunting di Kota Cilegon pada Februari 2024 yakni 2.87 persen.
Dan berdasarkan data baru yang diterbitkan kementrian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yaitu survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Kota Cilegon yakni 22 persen.
“Makanya komitmen kita sekarang untuk merembukkan untuk langkah selanjutnya untuk menurunkan angka stunting,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengungkapkan, bahwa jumlah anak stunting pada Februari 2024 di Kota Cilegon yaitu terdapat sekitar 876 jiwa.
Kata dia, setelah adanya program dari pemerintah pusat yakni gerakan 10 pasti, yang memastikan semua balita di Indonesia untuk dilakukan pengukuran ulang.
“Dari kegiatan itu, jumlah anak stunting di kita turun menjadi 26, jadi sekarang ada 850 di bulan Juni 2024 kemarin,” katanya.
Baca Juga: Anak Presiden Jokowi Dukung Helldy di Pilkada, Demokrat dan PPP Dikabarkan Siap Menyusul?
Ratih menyampaikan, jumlah tersebut masih terbilang
banyak, dari Pemkot Cilegon menginginkan supaya angka stunting sedikit bahkan nol persen.
Berdasarkan hasil audit stunting ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor permasalahan dalam penanganan stunting dan akan dirembukkan bersama.
“Di sini kita akan merembukan untuk permasalahannya apa, ke depan kita harus bersama-sama berkolaborasi dalam menekan angka stunting di Kota Cilegon,” ucapnya.
Berdasarkan hasil audit stunting, kata Ratih, dominan mengacu pada pengetahuan orangtua di Kota Cilegon yang belum memahami gizi seimbang.
“Terkait makanan bergizi seimbang masih 60 persen. Artinya masih banyak orang tua di Cilegon yang belum paham mengenai pengetahuan soal makanan bergizi seimbang. Kemudian ada 80 persen lebih si anak stunting itu ternyata anggota keluarganya ada yang merokok,” katanya.
Baca Juga: Pemindahan RKUD Pemkot Serang ke Bank Banten Belum Membuahkan Hasil
Ia mengungkapkan, selain gizi seimbang adapun pola asuh juga sangat penting untuk mencegah stunting.
“Selain tentang pengetahuan gizi seimbang dan lain- lain, pola asuh juga pengetahuannya masih kurang dan ada juga yang masih belum punya jaminan kesehatan,”ungkapnya.(***)

















