BANTENRAYA.COM – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (Unsera) yang berlokasi di Kampung Serdang Kidul, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang melakukan inovasi mengolah singkong menjadi tape gabin.
Ketua KKM Kelompok 40 Unsera Luthfan Ali Sya’bana mengatakan, inovasi tersebut dilakukan karena lingkungan tempatnya mengabdi memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman pohon singkong.
“Memanfaatkan kekayaan sumber daya di sekitar kampung Serdang Kidul yang kebanyakan berprofesi sebagai petani singkong. Oleh karena itu kita olah kembali menjadi olahan pangan seperti tape gabin ini salah satunya,” kata Lutfan kepada Banten Raya, Minggu (19/9).
Baca Juga: Buruan! PT Telkom Buka Lowongan Kerja, Boleh Cuma Pakai Surat Keterangan Lulus
Lutfan menambahkan, olahan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya untuk membantu meningkatkan ekonomi kreatif di lingkungan masyarakat.
Terlebih kelompok tersebut juga berupaya mengembangkan produk gabin tape agar lebih dikenal oleh masyarakat luar.
“Sebenarnya banyak roti gabin seperti ini, namun yang mebuat beda dengan produk kita yaitu varian rasa tape coklat lumer yang belum banyak di produksi oleh orang lain,” tambah Lutfan.
Baca Juga: Ulang Tahun Pernikahan, Erick Thohir Hadiahi Istri Kambing Si Ambyar
Ia mengungkap, produksi roti gabin tersebut menggunakan singkong berkualitas tinggi yang dipanen pada waktu yang tepat.
Selain itu, produksinya pun dilakukan sendiri agar menjadi tape yang menghasilkan tekstur lembut dan manis sehingga menjadi fla atau isian gabin yang nikmat.
“Keunggulan produk kita selain nikmat, halal dan lezat serta affordable juga mengandung banyak manfaat salah satunya kandungan yang terdapat di dalam singkong yaitu karbohidrat yang baik bagi tubuh,” ucap Lutfan.
Ia berharap, ke depan usaha tersebut dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat.
Bagi yang ingin memesan bisa bisa hubungi 081806605302 atau jika ingin melihat katalog produk bisa kunjungi Instagram @kkm40unsera2021. Untuk harga tak perlu khawatir hanya Rp2.000 per roti.***


















