BANTENRAYA.COM – Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI) Wilayah Banten sukses menggelar webinar kedua dalam seri diskusi mereka yang berfokus pada isu-isu krusial terkait ketahanan pangan di Indonesia, Kamis 28 Maret 2024.
Dalam webinar yang digelar MAKPI Wilayah Banten inibertajuk “Beras Mahal, Petani Tetap Miskin”.
Diskusi digelar MAKPI Wilayah Banten untuk menyoroti dan merumuskan solusi konkret terhadap dilema yang dihadapi oleh petani di tengah kenaikan harga beras yang tak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Panduan Lengkap Tata Cara Itikaf di Masjid Sambut Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan Mudah Dipahami
Webinar yang dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi pertanian, hingga perwakilan pemerintah daerah, mengundang perhatian luas dari masyarakat yang prihatin dengan situasi ini.
Dalam ruang virtual yang penuh antusiasme, diskusi dimeriahkan oleh kehadiran tiga narasumber terkemuka yang membawa pemahaman mendalam dalam bidangnya masing-masing.
Pada awal webinar, Peneliti Senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Fanar Syukri menyajikan data dan analisis yang tajam mengenai faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga beras di pasar domestik.
Dari perspektifnya yang kaya akan pengalaman riset, Agus memaparkan bagaimana perubahan iklim, fluktuasi pasar global.
Kemudian juga serta kebijakan pemerintah lokal dapat berdampak langsung pada harga beras dan pendapatan petani.
Akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Ipah Ema Jumiati membawa wawasan yang mendalam tentang interaksi antara kebijakan pemerintah dan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Satu Bulan Bekerja, Perusahaan di Kota Serang Wajib Bayarkan THR
Dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari subsidi pupuk hingga akses terhadap teknologi pertanian, Ipah menyoroti kebijakan-kebijakan yang perlu direformasi untuk memastikan petani dapat merasakan manfaat dari kenaikan harga beras.
Tak ketinggalan, Akademisi dari Universitas Esa Unggul Harits Hijrah yang terkenal dengan kecakapannya dalam menerapkan konsep ekonomi pada sektor pertanian ikut ambil bagian.
Dalam kesempatannya Ia memberikan paparan yang mengilhami tentang pentingnya inovasi dalam meningkatkan daya saing petani.
Dari sudut pandang ekonomi, Harits membahas bagaimana penerapan teknologi informasi dan pembangunan infrastruktur pertanian dapat mengubah paradigma produktivitas petani serta memperluas akses mereka ke pasar yang lebih luas.
Diskusi yang dipandu dengan cermat oleh moderator berhasil memancing berbagai ide brilian dan solusi konkret dari para peserta.
Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, akademisi, dan swasta, menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang holistik dan inklusif untuk meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Indonesia.
Baca Juga: Beli HP Oppo Saat Ramadan di Erafone Berkesempatan Umroh Gratis
Ketua MAKPI Wilayah Banten, Leo Agustino, menyatakan, webinar yang digelar pihaknya merupakan langkah awal yang penting.
“Dalam upaya kami untuk menciptakan dialog yang produktif tentang ketahanan pangan di Indonesia. Kami berterima kasih kepada narasumber dan peserta atas kontribusi mereka yang berharga,” ujarnya.
Webinar ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga momentum penting dalam menggerakkan langkah-langkah nyata menuju perubahan yang diharapkan.
Dengan semangat bersatu, para peserta berkomitmen untuk terus memperjuangkan perubahan positif dalam sektor pertanian demi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan Indonesia.
MAKPI Wilayah Banten mengucapkan terima kasih kepada para narasumber, peserta, dan semua pihak yang telah mendukung acara ini.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan MAKPI Wilayah Banten dan acara mendatang, kunjungi atau ikuti kami di media sosial.
Instagram: @makpi.banten, Youtube: MakpiBanten, Facebook: Makpi Banten, X: @MakpiBanten. ***



















