BANTENRAYA.COM – Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau BTNUK membangun stasiun riset di area Javan Rhino Study and Conservation Area atau JRSCA.
Pembangunan tersebut berdiri di atas lahan seluar 5.100 hektar.
Kepala BTNUK Ardi Andono mengatakan, dari luar 5.100 hektar tersebut, sekitar 0,35 hektar diantaranya digunakan sebagai lahan pembangunan fasilitas stasiun riset.
Dikatakan Ardi, wilayah yang digunakan untuk pembangunan tersebut masih termasuk ke dalam kawasan TNUK.
Baca Juga: WOW! Dishub Banten Anggarkan Rp11 Miliar untuk Bangun PJU
“Komplek Kantor menempati area seluas ±0,9 hektare, terbagi dalam 2 peruntukan, 1 sebagai fasilitas ruang kerja yang dilengkapi dengan pondok untuk bermalam seluas ± 0,55 hektare,” kata Ardi melalui pesan singkat, Kamis, 15 Februari 2024.
“Kedua, areal persemaian sebagai lokasi pembibitan dan pengkayaan tumbuhan pakan badak yang akan dikembangkan seluas ± 0,35 hektare,” sambungnya.
Pembangunan area stasiun riset ini, kata Ardi, nantinya akan dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana untuk para peneliti dalam melakukan tugas penelitiannya di kawasan tersebut.
“Stasiun riset ini sebagai sarana dan prasarana bagi para peneliti ketika melakukan kegiatan di Area Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK),” jelasnya.
Baca Juga: Jadi Pilihan Warga Binaan, Prabowo – Gibran Menang di TPS Lapas Kelas III Rangkasbitung
Ardi mengklaim bahwa selama proses perancangan pembangunan stasiun riset tersebut, pihaknya sudah merancang dengan matang sedemikian rupa fasilitas yang dibangun.
Hal tersebut kata dia, guna mempertahankan kondisi lingkungan.
Sehingga bisa menumbuhkan suasana kerja yang nyaman dan bisa beriringan dengan lingkungan yang ada di sekitar.
“Konstruksi bangunan dibuat dalam bentuk panggung untuk meminimalisir perubahan bentang alam, meningkatkan kenyamanan dan rasa aman dalam berinteraksi dengan alam,” terangnya.
Baca Juga: Lampaui Target, Investasi di Kabupaten Lebak Pada 2023 Tembus Rp 1,661 Triliun
“Adapun fasilitas yang dibangun adalah Pondok Peneliti atau mess, Pondok Kerja atau workshop, Gazebo atau Shelter, Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Penyuplai air bersih dan Persemaian,” tandasnya.***



















