BANTEN RAYA.COM – Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi skala prioritas Kecamatan Cibeber dan diklaim dapat menekan angka kemiskinan di kecamatan tersebut.
Diketahui jumlah penduduk sangat miskin di Kecamatan Cibeber adalah sebanyak 2.0991 keluarga atau 9.638 orang.
Dari jumlah penduduk sangat miskin tersebut, Kelurahan Karangasem menyumbang angka paling tinggi, di mana 2.314 orang tercatat sebagai penduduk sangat miskin.
Camat Cibeber Sofan Maksudi mengatakan, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2024, pihaknya mendorong untuk memprioritaskan pembangunan non fisik, terutama pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: Kredit dan DPK Turun Jadi Faktor Ekonomi Banten 2023 Melambat
“Pemberdayaan UMKM ini menjadi skala prioritas karena diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Sofan pasca kegiatan tersebut di Gedung Cilegon Damai (GDC), Kalitimbang, Cibeber, Senin (12/2).
Sofan menjelaskan, pemberdayaan atau pembinaan UMKM ini bisa dilakukan dalam bentuk bazar untuk mempromosikan produk UMKM asli wong Cibeber.
Di samping itu, sambungnya, para UMKM ini akan diajak untuk melakukan study banding ke daerah yang sudah melahirkan para pelaku UMKM yang sukses.
“Nanti ada pameran khusus, yang diusulkan dilakukan dua kali dalam setahun. Bisa juga dengan belajar kepada para pelaku UMKM yang sukses untuk diambil ilmunya, misalnya ke Yogyakarta,” ungkapnya.
Dengan hal tersebut, Sofan berharap, UMKM di Cibeber bisa mempunyai daya saing dan membantu meningkatkan perekonomian warga.
“Ada produk yang melahirkan nilai ekonomi akan terus kami kawal, agar disini bisa melahirkan hasil produk ‘Wong Cibeber’. Jadi ekonomi di Cibeber bisa maju dan berkembang,” ujarnya.
“Kami pengin menunjukkan UMKM di Cibeber makin keren dan bisa bekerja sama dengan perusahaan. Kalau wilyah lain bisa, kenapa Cibeber tidak?” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cibeber dan juga Panitia Musrenbangcam, Mamat Rohimat menyampaikan, dalam Musrenbangcam ini terdapat juga usulan pembangunan fisik.
Baca Juga: Daftar Harga Sedot WC di Kota Tangerang, Kakus Mampet Juga Bisa Dilayani
Mamat mengatakan, salira menjadi usulan terbanyak untuk pembangunan fisik, sebanyak 199 usulan.
“Ada juga usulan fisik di 2025 dari masing-masing Kelurahan, seperti ada drainase jalan, TPT, pembangunan musholla, pemagaran juga. Di mana hal itu sudah terkoordinasi dengan usulan Kelompok Masyarakat (Pokmas),” ujar dia.
“Ada juga usulan fisik untuk Kecamatan Cibeber, di antaranya kegiatan perbaikan di beberapa lokasi gedung atau bangunan yakni, gedung kantor kecamatan, renovasi Musholla As-Salam kantor kecamatan, peningkatan saluran air di wilayah RW 05 Kalitimbang, termasuk pengadaan kendaraam operasional atau patroli trantibum,” pungkasnya. (***)















