BANTENRAYA.COM – Hore, akhir pekan segera tiba. Bagi sebagian warga, akhir pekan menjadi momen penting untuk menyegarkan kondisi tubuh setelah sepekan beraktivitas.
Wisata pantai dan bermalam di hotel di Pantai Anyer Kabupaten Serang, bisa menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan kali ini.
Ditambah lagi, saat ini seluruh wilayah di Provinsi Banten sudah memasuki zona kuning Covid-19. Namun, ptotokol kesehatan tetap harus diperhatikan oleh para wisatawan yang ingin berlibur di akhir pekan.
Baca Juga: Tes Antigen Peserta SKD CPNS dan PPPK Formasi Kota Cilegon Digratiskan, Ini Jadwalnya
Bagi warga di sekitar Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Anda bisa kembali menikmati liburan di Pantai Anyer.
Pantai di Pulau Jawa yang memiliki spot untuk melihat matahari terbenam tersebut, kini mulai dikunjungi.
Bagi anda yang ingin berlibur dan menikmati matahari senja, tidak ada salahnya untuk menginap di Hotel Pesona Krakatau Anyer.
Baca Juga: Gunakan Faktur Pajak Fiktif, DJP Banten Sita Sebuah Apartemen di Saveria South Tower
Hotel di Kawasan Wisata Pantai Anyer tersebut memiliki pemandangan ke arah laut. Bahkan, saat sore hari matahari terbenam atau sunset view bisa terlihat dari kamar hotel.
General Manajer Hotel Pesona Krakatau Anyer, Lena Rahman mengatakan, pada masa PPKM darurat, pihaknya memberikan diskon 30 hingga 40 persen dari harga normal.
Pesona Krakatau ada dua tipe kamar, view ke pantai dan view ke jalan.
Baca Juga: Anyer-Cinangka Mulai Ramai, Okupansi Hotel Capai 100 Persen
“Hanya ada dua tipe kamar view pantai dan view jalan. Tetapi 70 persen kamar view ke pantai. Kami juga ada villa,” terangnya.
Kata Lena, hotel dari harga Rp500 ribu. Villa Rp1 juta sampai Rp3 juta.
“Kami juga sediakan menu breakfast yang bervariasi, dan breakfast kapasitas resto dibatasi, sehingga setiap kamar bisa saja mendapatkan waktu breakfast yang berbeda,” terangnya.
Baca Juga: Dampak PPKM, 36 Hotel di Anyer-Cinangka Tutup Sementara
Lena meminta pengunjung tidak khawatir, sebab 100 persen karyawan Hotel Pesona Krakatau Anyer sudah menjalani vaksinasi tahap dua.
“Kami juga senantiasa menerapkan prokes secara ketat,” terangnya. ***















