BANTENRAYA.COM – Bupati Pandeglang Irna Narulita mengakui bahwa investasi di Pandeglang masih belum berjalan dengan maksimal.
Menurutnya, sejauh ini baru ada sekitar 45 perusahaan eksisting yang mau menanamkan modalnya untuk berinvestasi di Pandeglang.
Padahal, kata dia, Pandeglang memiliki potensi yang luar biasa untuk berinvestasi, di samping kebutuhan pendapatan daerah Kabupaten Pandeglang itu sendiri.
“Hanya 45 perusahaan atau investor yang eksisting di Pandeglang,” kata Irna dalam acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Pandeglang tahun 2025 di ruang oproom Setda Pandeglang, Rabu, 27 Desember 2023.
Irna menjelaskan, minimnya jumlah investasi atau perusahaan yang mau menanamkan modalnya di Kabupaten Pandeglang dikarenakan banyaknya oknum-oknum yang membuat para investor tidak betah.
Menurutnya, banyaknya demo yang terjadi ketika investor mulai masuk membuat iklim investasi di Pandeglang menjadi terkesan tidak kondusif.
“Banyaknya pendemo yang tidak konstruktif membuat mereka (investor) lari ke daerah kabupaten/kota yang lain,” ungkapnya.
Dalam hal ini, kata Irna, dibutuhkan kerjasama antar lembaga yang solid untuk menjaga kondusifitas sehingga investor tidak lari dari Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Sungai di Desa Pasireurih Pandeglang Menghitam, Diduga Tercemar Oleh Limbah Industri
Selain kerjasama, Irna juga meyakinkan bahwa perizinan investasi di Pandeglang akan selalu dipermudah.
Maka, Irna mengajak kepada OPD terkait, Seperti Dinas Penanaman Modal, Dinas Perindustrian, dan Dinas Lingkungan Hidup harus bisa menjual kemudahan investasi tersebut ke para calon investor.
“Tentu kita harus menggandeng seluruh pihak mulai dari media, OKP dan lain-lain untuk memiliki visi misi yang sama. Selain itu, kita juga harus welcome, ramah tamah mengundang mereka (investor) untuk masuk ke Pandeglang,” ujarnya.
“Kalo ada hal-hal yang belum nyambung, hambatan di bawah, ya bangunlah komunikasi yang baik,” terangnya.
Baca Juga: 5.000 Warga Kota Cilegon Terpapar Narkoba Selama 2023, Ada ASN dan Aparat Penegak Hukum Didalamnya
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, TB Udi Juhdi ikut berkomentar terkait seretnya Investasi yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, hal tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama antara lembaga eksekutif maupun legislatif untuk menjadikan Pandeglang sebagai tuan rumah yang baik bagi para investor.
“Tentu kami dari legislatif juga terus memberikan dukungan melalui Perda agar investor bisa merasa aman dan nyaman untuk berinvestasi di Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya.
Lanjut, Udi juga menilai bahwa salah satu penyebab rendahnya investasi di Kabupaten Pandeglang ialah lambatnya pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Pandeglang Mulai Urus Saudi Visa Bio, Apa Kegunaanya?
Dikatakannya, infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting dalam memajukan suatu daerah.
Apalagi, kata dia, kemudahan mobilitas suatu daerah akam membuat sektor-sektor lain lebih mudah untuk bisa berkembang.
“Mungkin ya nanti ketika tol Serang-Panimbang sudah jadi investasi akan lebih sering masuk ke Pandeglang. Selain itu, infrastruktur yang bagus juga akan berdampak positif terhadap semua sektor,” terangnya.
Udi juga mengingatkan bahwa pemerintah harus bisa membangun sinergitas dengan pihak lain, khususnya masyarakat.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Pandeglang Mulai Urus Saudi Visa Bio, Apa Kegunaanya?
Selain itu, kata dia, pemerintah harus bisa memberikan pemahaman bahwa masuknya investasi ke Pandeglang akan berdampak baik kepada kemajuan daerah dan masyarakat itu sendiri.
“Artinyakan ketika investor masuk ada sosialisasi, pemahaman, dan prosedur lainnya, sehingga bisa menutup celah masyarakat untuk berdemo,” tandasnya.***
















