CILEGON, BANTEN RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Yusuf Amin kembali memertanyakan soal realisasi program Masjid Agung milik Pemkot Cilegon.
Menurutnya, sebagai daerah yang dijuluki Kota Santri dan terkenal religius ternyata belum memiliki Masjid Agung yang dikelola langsung Pemkot Cilegon. Padahal, setiap tahun sudah dianggarkan untuk merealisasikannya, baik lewat mekanisme pembangunan atau mekanisme pengambil alihan masjid yang ada.
“Sudah dua tahun ini kami dorong anggarannya. Namun sampai sekarang tidak pernah ada realisasi. Jadi lucu, Kota Santri yang terkenal religius ternyata tidak punya Masjid Agung,” kata Yusmin panggilan akrab Yusuf Amin kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).
Yusmin menyampaikan, saat ini masjid dan islamic center yang ada yaitu Nurul Ikhlas adalah milik yayasan dan bukan milik Pemkot Cilegon. Kendati demikian, imbuh Yusmin, pembangunannya cukup banyak menelan biaya dari anggaran Pemkot Cilegon. Bahkan, pernah gaji dan tunjangan ASN dipotong untuk pembangunannya.
“Kan yang ada juga bukan dikelola Pemkot Cilegon. Kami harap bisa direalisasikan, jika ada kendala tentu harus dicarikan solusinya,” tegasnya. (uri)
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
















