SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 15 Calon Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Serang menggelar pertemuan di Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang pada Selasa (17/8/2021) hingga malam. Pertemuan yang dilakukan sambil kamping itu salah satunya membicarakan perpanjangan pelaksaan pemilihan kepala desa (Pilkades).
Ketua Majelis Pertimbangan Asosiasasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang Ojat Darojat mengatakan, acara yang digelar di Gunung Karang tersebut merupakan acara dadakan dan tidak rutin dilakukan.
BACA JUGA: Pilkades Serentak Kabupaten Serang Diundur Sampai Dua Bulan ke Depan
“Iya kita para calon kades kamping bersama di Gunung Karang. Dari obrolan kita sempat muncul wacana untuk audiensi dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) agar pilkades tidak dilakukan penundaan lagi,” kata Ojat, Kamis (19/8/2021).
Namun kata Calon Kades Cikoelelet, Kecamatan Cinangka itu, pengurus Apdesi Provinsi Banten dan Apdesi pusat sudah merencanakan untuk audiensi dengan Kemendagri. “Mudah-mudahan dengan adanya penundaan dua bulan ini tidak ada penundaan lagi,” ujarnya.
Ia menuturkan, jika pelaksanaan pilkades tidak ada penundaan lagi maka pesta demokrasi itu bisa digelar pada minggu pertama Oktober karena semua tahapan sudah selesai dilaksanakan, hanya tinggal pencoblosan. “Tahapan sudah selesai semua dan surat undangan mencoblos sudah disampaikan ke pemilih,” ungkapnya.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Ojat mengungkapkan, semua para calon kades merasa keberatan dengan terus diundurnya pelaksanaan pilkades. “Karena itu Instruksi Mendagri (Inmendagri) sulit ya, sebenarnya dari rekan-rekan calon kades keberatan cuman memang posisinya pandemi gini kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi kemarin itu kita saling menguatkan saja,” tuturnya. (tanjung)














