SERANG, BANTEN RAYA – Seorang suami asal Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang menggali lagi kuburan istrinya setelah tujuh hari dikuburkan. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (26/6/2021).
Ahmad, Ketua RT Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang membenarkan, adanya kejadian penggalian mayat tersebut. Namun, hal itu dilakukan oleh warga di RT tetangganya.
“Iya tadi siang,” kata Ahmad, Sabtu (26/6/2021).
- Ia menceritakan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, semula Asiah binti Salim dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Serang. Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan Asiah dinyatakan meninggal dunia dengan gejala Covid-19 pada Sabtu (19/6/2022) lalu. Baru pada keesokan harinya pada Minggu (20/6/2021) jenazah Asiah dikuburkan di tempat pemakman umum.
Karena dinyatakan positif Covid-19, maka jenazah Asiah tidak diantarkan ke rumah duka. Jenazahnya langsung dikuburkan dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Pihak keluarga, berdasarkan keterangan suami Asiah, yaitu Roni, sebetulnya ingin agar jenazah diantarkan dahulu ke rumah duka untuk dimandikan dan disalati.
“Suaminya masih ada perasaan ngeganjel karena istrinya dimakamin tanpa sempet dimadiin atau disalati,” ujar Ahmad.
Akhirnya berdasarkan kesepakatan keluarga, kuburan Asiah kembali digali. Meski sudah tujuh hari namun menurut Ahmad jenazah almarhumah masih utuh dan tidak mengeluarkan bau sama sekali.
“Akhirnya jenazah dimandiin dan disolati di situ (dekat makam-red),” katanya. (tohir)


















