BANTENRAYA.COM – Kejadian viral di media sosial, anggota TNI mendatangi seorang kepala sekolah karena tidak melaksanakan upacara bendera.
Insiden ketika anggota TNI mendatangi kepala sekolah menjadi perbincangan viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan beberapa anggota TNI sedang memarahi kepala sekolah.
Peristiwa di mana anggota TNI mendatangi kepala sekolah karena ketidakpelaksanaan upacara bendera menjadi viral dan diberitakan oleh beberapa akun Instagram.
Menurut akun @terang_media, kepala sekolah yang menjadi subjek insiden tersebut berasal dari sebuah sekolah SMP di daerah Papua.
Beberapa akun di media sosial ini mengunggah video yang menampilkan anggota TNI yang sedang memarahi kepala sekolah tersebut.
Baca Juga: Review Film The Autopsy of Jane Doe: Misteri dan Horor Terungkap di Autopsi
Dalam video, kepala sekolah duduk di kursinya bersama seorang anak kecil yang diduga anaknya.
Mereka sedang diinterogasi oleh anggota TNI terkait ketidakpelaksanaan upacara bendera pada hari Senin.
Kepala sekolah diberi beberapa pertanyaan karena ia tidak melaksanakan upacara bendera yang wajib dilaksanakan setiap hari Senin.
Baca Juga: Puluhan ASN Pemkot Cilegon Tak Ikut Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Ia memberikan berbagai alasan, termasuk ibadah di gereja pada jam 7.15 sebagai alasan tidak melaksanakan upacara.
Namun, anggota TNI menolak alasan tersebut, mengingat bahwa setiap sekolah negeri wajib melaksanakan upacara pada hari Senin.
Mereka menegaskan bahwa upacara harus dilaksanakan pukul 07.00 tanpa alasan lain.
Baca Juga: Meski Gaji Kecil, Wahidin Halim Masih Ngebet Maju Pilgub Banten
Selain itu, anggota TNI menekankan pentingnya upacara bendera untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada para murid.
Ia juga membandingkan profesinya dengan profesi kepala sekolah, dan menyatakan bahwa keduanya bekerja untuk negara dan seharusnya mengikuti arahan pemerintah.
Anggota TNI juga menyebut bahwa kepala sekolah tersebut adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak mencintai Indonesia karena tidak melaksanakan upacara bendera.
Baca Juga: Langsung Ambil! Kode Kupon The Spike Volleyball Story 10 November 2023, Dapatkan Bola Voli Gratis
Sikap kepala sekolah dalam insiden ini telah menimbulkan beragam komentar negatif dari warganet yang merasa kesal terhadap perilakunya.
Netizen mengomentari bahwa sikap kepala sekolah seperti ini menyebabkan Papua tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.
“Salah satu alasan kenapa anak dari timur selalu tertinggal dalam bbrpa lngkah dari anak lainya” tulis akun @pembangkang_nasib.
Baca Juga: Kebakaran Landa Rumah Warga Randakari Kota Cilegon, Bukan Korsleting Tapi Karena Benda Ini
bahkan komentar netizen menyebut bahwa darah OPM dan KKB yang sudah mengalir pada kepsek tersebut.
“Fix O*M tapi cari nasi dari negara Indonesia” tulis akun lain @pras_bpn.
“Darah darah kkb sudah mengalir” komentar akun @faishalvanbageur.
“ANAK” SETIAP SENIN DI SURUH IKUT UPACARA ADA MAKSUDNYA YAITU AGAR BISA MENCINTAI NEGARA SEJAK KECIL” komentar akun @budyprayogo63. *
















