BANTENRAYA.COM – Staf Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono merenovasi bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khairiyah di Desa Angsana, Kecamatan Mancak yang kondisinya rusak berat.
Renovasi dilakukan mulai hari ini Selasa 24 Desember 2024.
Mardiono mengaku siap membantu renovasi MI Al Khairiyah tersebut agar para siswa bisa memakai ruang kelas seperti sebelumnya.
Baca Juga: Momen Haru, Anak Bungsu Pj Walikota Serang Nanang Saefudin Beri Kejutan di Hari Ibu
“Saya berikan solusi mungkin nanti kerja sama dengan berbagai pihak. Insya Allah nanti kita bangun hingga selesai,” ujarnya saat menininjau sekolah, di Desa Angsana, Kecamatan Mancak, Senin (23/12)
Ia menuturkan, dari proposal yang diterimanya kebutuhan anggarannya untuk reovasi sekitar Rp130 juta.
“Kalau saya lihat mungkin lebih sedikit. Ini juga sesuai dengan arahan dari bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh anggota kabinet merah putih itu bisa turun langsung kepada masyarakat dan mendengar apa yang mereka butuhkan,” katanya.
Baca Juga: Diduga Tidak Berizin, Usaha Billiard di Kabupaten Pandelang Ditutup
Politisi PPP ini mengaku sengaja mengunjungi MI Al-Khairiyah untuk melihat langsung kondisinya untuk kemudian bisa dibangun dengan cepat.
“Tadi (kemarin-red) saya sampaikan kepada kepala sekolahnya, besok (hari ini-red) kalau perlu langsung dikerjakan dan tidak pakai lama-lama lagi. Dalam waktu yang cukup darurat ini tidak mungkin lah pemerintah bisa menganggarkan langsung, jadi saya bantu secara pribadi,” paparnya.
Kepala Sekolah MI Al-Khairiyah Maksum mengatakan, bangunan sekolah rusak karena kayunya sudah mulai rapuh dan banyak pihak yang menyarankan untuk dibongkar dikhawatirkan menimpa anak-anak yang sedang belajar.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Polres Pandeglang Sita Miras Ilegal dalam Operasi Cipta Kondisi
“Agar pembelajaran tetap berjalan kita membangun sekat-sekat di ruang kelas yang atapnya belum rusak,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, MI Al-Khairiyah berdiri sejak tahun 1982 dan sampai saat ini belum pernal dilakukan renovasi besar-besaran.
“Rusaknya sejak dua tahun ke belakang. Karena makin parah akhirnya bagian atapnya kita bongkar saat memasuki musim penghujan karena takut ada angin kencang dan hujan lebat,” jelasnya.***



















