BANTENRAYA.COM -Indonesia 2026 berada di puncak bonus demografi dan percepatan agenda transformasi digital nasional.
Hal tersebut disampaikan Bambang D. Suseno, Rektor Universitas Bina Bangsa (Uniba) saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional yang dilaksanakan Mahasiswa Uniba, di ruang Auditorium Kampus I Uniba.
Menurutnya, dalam arus deras digitalisasi ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah generasi muda hanya akan menjadi penonton atau pengguna pasif?.
BACA JUGA: Dosen Faletehan Gelar Pengabdian bagi Pengrajin Golok Ciomas
“Tesis kita hari ini adalah bahwa peran kita harus bergeser menjadi insinyur kebijakan, auditor publik, dan arsitek masa depan digital yang inklusif,” katanya, kemarin.
Rektor Uniba menjelaskan, pemerintahan digital adalah keniscayaan yang didorong, hingga tahun 2026 dan seterusnya, dengan fokus pada layanan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Kebijakan publik telah memasuki fase baru yang disebut “Politik Digital”.
“Proses kebijakan bukan lagi domain eksklusif negara, tetapi arena jaringan dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Nur Agis Aulia, Wakil Walikota Serang menyampaikan, Pemerintah Kota mengajak generasi muda Kota Serang untuk berpartisipasi dalam perencanaan, eksekusi dan evaluasi pembangunan Kota Serang.
“Insya Allah kami akan menyiapkan wadahnya, sehingga masyarakat Kota Serang dapat kebijakan public dan program yang terbaik,” katanya.
Dalam kesempatan itu Agis sapaan akrabnya juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peranan dalam pembangunan Kota Serang, salah satunya dengan membuat konten terkait kebijakan dan pembangunan Kota Serang.
“Tentunya konten tersebut akan menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Serang, sehingga akan banyak kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat Kota Serang dan makin meledok,” imbuhnya. (satibi)

















