BANTENRAYA.COM – Dalam rangka memberikan wawasan, pengetahuan dan menjalankan kurikulum merdeka belajar, SMP Negeri 5 Kota Cilegon melakukan kunjungan ke kantor redaksi Banten Raya.
Rombongan peserta didik SMP Negeri 5 Kota Cilegon yang didampingi oleh Sugianti, Sri Ayu Fajar Sidik dan Wuny langsung diterima oleh Jermaine Tirta Dewa, Pimpinan Redaksi Banten Raya Online, di ruang rapat di lantai dua Gedung Banten Raya.
Dalam paparannya, Dewa menyampaikan bahwa Banten Raya memiliki sejumlah produk jurnalistik, diantaranya media cetak, online, Instagram dan TikTok.
Baca Juga: Profil Debi Pratama Beserta Instagram, Food Vlogger yang Kena Blacklist Usai Review Rawon
Dewa pun meminta kepada rombongan SMP Negeri 5 Kota Cilegon, untuk bisa menjadi jurnsis masyarakat dengan mengirim video peristiwa yang terjadi di sekitar sekolah dan rumah.
Di lokasi yang sama, Redaktur Halaman Pendidikan Satibi menyampaikan bahwa, Banten Raya merupakan perusahaan media yang sangat sehat. Di lantai satu Gedung Kantor Banten Raya terdapat beberapa divisi, yaitu resepsionis, divisi marketing iklan, sirkulasi koran dan bagian keuangan.
“Untuk dilantai dua terdapat ruang rapat sekaligus studi mini untuk produksi podcast Banten Raya Chanel,” katanya.
Baca Juga: Senam Trampolin Pertama di Kota Serang, Honey CWS Bantu Turunkan Berat Badan Ratusan Ibu-ibu
Sedangkan, lanjut Satibi, untuk di lantai tiga merupakan ruangan redaksi dimana produksi berita dari menulis, mengedit dan melayout berita dilakukan di lantai tiga.
Dalam kesempatan itu, Satibi mengajak kepada guru dan peserta didik SMP Negeri 5 Kota Cilegon untuk menulis dan mengirim karya tulis tersebut ke Banten Raya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, peserta didik SMP Negeri 5 Kota Cilegon sangat antusias untuk belajar dan mengenal dunia jurnalistik, hal tersebut terungkap dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan murid dalam sesi tanya jawab.
Baca Juga: Nonton Film Transformers One Full Movie dan Sub Indo di mana? Coba Cek di sini
Seperti Sri Vany Nurani, salah seorang peserta didik yang bertanya terkait dengan kesulitan apa dalam menjalankan profesi sebagai jurnalistik. Sedangkan Vena Adrosa Ulayya Alvina bertanya terkait dengan berapa lama Banten Raya ada. ***



















