BANTENRAYA.COM – SD Terpadu Al-Qudwah berhasil menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an pada Jumat, 7 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi ajang penghargaan atas capaian hafalan para siswa sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Qur’ani yang religius dan berprestasi.
Sebanyak 72 siswa mengikuti wisuda tersebut, terdiri dari 31 santriawan dan 41 santriwati, dengan capaian hafalan juz 27, 28, 29, dan 30.
Acara digelar di Aula Granada, Yayasan Islam Qudwatul Ummah, Kabupaten Lebak, Banten, serta dihadiri orang tua wali murid dan seluruh civitas sekolah.
BACA JUGA: Peringati HPN, Rutan Kelas IIB Pandeglang Berikan Kue Ultah, Ajak Wartawan Bersinergi
Rangkaian kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan uji publik berupa sambung ayat untuk menunjukkan kualitas hafalan para wisudawan.
Suasana haru semakin terasa saat para siswa menyerahkan bunga dan surat kepada orang tua sebagai simbol rasa terima kasih atas doa serta dukungan yang telah diberikan selama ini.
Harapan dari Wisuda Tahfidz untuk Siswa-Siswi SD Terpadu Al-Qudwah
Melalui wisuda tahfidz ini, SD Terpadu Al-Qudwah berharap para siswa semakin termotivasi untuk terus menambah dan menjaga hafalan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah juga menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
BACA JUGA: Incar Karier Global Lewat Beasiswa S2 VU Amsterdam, Mahasiswa Indonesia Punya Peluang Besar
“Kami tidak hanya mentargetkan jumlah hafalan, tetapi menjaga kualitas bacaan, adab terhadap Al-Quran, serta membangun kedisplinan dan tanggung jawab dalam proses menghafal,” ungkap Ustadz Sarya, koordinator guru Al-Qur’an sekaligus ketua pelaksana kegiatan.
“Capaian hafalan ini hasil sinergi antara sekolah, guru, dan support orang tua, dalam membersamai putra-putrinya di rumah,” tegasnya.
“Kami berharap ananda tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan bisa istiqomah bersama Al-Quran,” tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qudwah, KH. Samson Rahman, MA, menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah sebuah kemuliaan, sementara menjaga dan mengamalkannya merupakan tanggung jawab.
Menurutnya, Al-Qur’an harus benar-benar hidup dalam diri setiap santri, tidak hanya dibaca, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. ***



















