BANTENRAYA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dan meningkatkan wawasan untuk kepala sekolah pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh Negeri se-Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), melaksanakan Sarasehan Membangun Banten Cerdas.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Gubernur Banten ini bertemakan “Kolaborasi Jurnalis dan Sekolah untuk Pendidikan Berkualitas” ini, menghadirkan Nizwar dari PWI Pusat sekaligus Wakil Direktur Sekolah Jurnalis Indonesia sebagai pembicara, Sabtu (07/02), kemarin.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten H. Jamaluddin kepada Banten Raya menyambut baik kolaborasi antara dunia pendidikan dengan insan pers dalam hal ini PWI.
BACA JUGA: Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Kota Serang Tersisa 71,6 Ton Karena Banyak Permintaan
Hal tersebut tentunya bertujuan untuk memberikan wawasan dan meningkatkan mutu kepala sekolah pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh Negeri se-Provinsi Banten.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada PWI Pusat dan Sekolah Jurnalis Indonesia yang telah meluangkan waktunya, untuk berbagi ilmu, wawasan dan tips dalam menjalin komunikasi antara wartawan dengan dunia pendidikan dalam hal ini sekolah.
“Tentunya saya menyambut baik dan mendorong kegiatan ini. Saya ucapkan terima kasih kepada PWI Pusat dan Sekolah Jurnalis Indonesia yang sudah meluangkan waktunya untuk membimbing kepala sekolah di Banten,” katanya.
BACA JUGA: Campus Fest 2026, Bertabur Informasi Beasiswa Kuliah hingga Diskusi Tips Masuk AKPOL
Pesan Hari Pers Nasional: Sekolah Jangan Tolak Wartawan
Sementara itu, Nizwar dari PWI Pusat sekaligus Wakil Direktur Sekolah Jurnalis Indonesia dalam paparannya menyampaikan, dalam menghadapi kunjungan wartawan ke sekolah untuk wawancara, pihak sekolah diharapkan untuk tidak menolak wartawan tersebut.
Menurutnya, pihak sekolah bisa menerima dengan baik, dan meminta identitas baik dalam bentuk surat tugas maupun sertifikasi wartawan tersebut. Hal tersebut bertujuan agar pihak sekolah memiliki kesempatan untuk mengimbangi atau meluruskan informasi yang salah atau berat sebelah.
“Karena jika wartawan tidak dihadapi, maka wartawan tersebut akan tetap menulis. Celakanya kalau wartawan tersebut memperoleh informasi dari orang yang tidak suka terhadap sekolah, atau memiliki informasi yang tidak benar tentang sekolah,” ujar Nizwar kepada ratusan kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA: Realisasi Investasi Kota Cilegon 2025 Tembus Rp32,30 Triliun, Negeri Tetangga Sumbang PMA Terbesar
Ia menjelaskan, manfaat wawancara salah satunya sebagai kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada publik, dan wawancara tersebut merupakan panggung bagi sekolah untuk tampil di depan publik.
Dalam kesempatan itu, Nizwar juga memberikan tips dalam menghadapi wartawan yang melontarkan pertanyaan sinis, antara lain adalah dengan memberikan jawaban yang lugas dan tegas.
“Selain itu, pihak sekolah harus mampu menunjukan sikap ketenangan dan menunjukan sikap bersahabat,” ungkapnya. ***



















