BANTENRAYA.COM — South China Morning Post atau SCMP baru saja menggelar China Conference: Southeast Asia 2026 di Jakarta, bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan Danantara Indonesia.
Konferensi unggulan SCMP ini menegaskan peran Indonesia yang kian strategis sebagai pusat ekonomi regional bagi investasi, ketahanan rantai pasok, dan diplomasi ekonomi.
Konferensi ini menjadi wadah untuk membentuk dialog kebijakan, memperkuat hubungan bisnis, serta mendorong inovasi di kawasan ASEAN dan sekitarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan, Hong Kong sebagai mitra ekonomi strategis bagi Indonesia.
BACA JUGA:Realme Neo 8 Muncul di Pasar China, Dibekali Ip69 yang Anti Debu
Hong Kong disebut Airlangga memiliki kemitraan ekonomi khusus dengan Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral sekitar USD 6,5 miliar, serta telah menanamkan investasi sebesar USD 10 miliar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Ia juga menambahkan bahwa perjanjian perdagangan bebas antara Hong Kong dan ASEAN yang mulai berlaku pada 2020 telah membuka dan memperkuat hubungan ekonomi serta bisnis antara Indonesia dan Hong Kong.
Di tengah lanskap global yang dipengaruhi oleh pergeseran geopolitik serta kemajuan teknologi yang pesat beserta dampaknya, Tammy Tam, Publisher of South China Morning Post menambahkan, “Relasi yang terpercaya dan pandangan para ahli kini menjadi kunci keberhasilan, didukung oleh inovasi digital dan standar editorial yang kredibel, South China Morning Post menyampaikan narasi tentang Tiongkok dan Asia Tenggara secara mendalam dan independen, membawa pembaca tak hanya mencermati tren, tetapi juga mampu menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi langkah nyata,” katanya.
Penyelenggaraan konferensi ini merupakan salah satu hasil dari kemitraan strategis antara SCMP dan KADIN Indonesia, yang bertujuan menjembatani pertukaran wawasan antara Tiongkok, Indonesia, dan Asia Tenggara, sekaligus menghubungkan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan investor melalui dialog serta kolaborasi yang bermakna.
BACA JUGA:Baru Awal Tahun, Investor China dan Singapura Bakal Berinvestasi di Provinsi Banten
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan relevansi konferensi ini bagi kerja sama bisnis dan investasi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada China Conference: Southeast Asia dan South China Morning Post atas terselenggaranya forum yang mempertemukan para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan inovator untuk berdialog secara terbuka dan konstruktif mengenai masa depan kawasan kita. Saya percaya Tiongkok, Indonesia, dan Asia Tenggara secara lebih luas dapat menjadi mesin dan pusat produksi pertumbuhan global penting dalam beberapa dekade mendatang. Kita dapat menjadi penggerak pertumbuhan dengan mendorong permintaan, inovasi, dan model bisnis baru di pasar yang mencakup lebih dari dua miliar penduduk,” kata Anindya.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyampaikan, “Danantara Indonesia adalah bank talenta. Tugas kami adalah menarik talenta global terbaik ke Indonesia untuk mendorong organisasi ini ke depan. Kami belajar dari praktik yang diterapkan Hong Kong dalam menarik modal, sekaligus memperkuat transparansi, supremasi hukum, dan mengomunikasikan kisah Indonesia dengan lebih baik kepada dunia. Sebagai sovereign fund, kami memiliki tujuan utama yang jelas: Danantara harus dikelola untuk menghasilkan keuntungan,” katanya.
“Kami juga menerapkan business judgment rule, sehingga keputusan diambil berdasarkan pertimbangan komersial yang sehat tanpa rasa takut terhadap kriminalisasi. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memposisikan Indonesia sebagai tujuan investasi global jangka panjang yang kredibel,” lanjut Pandhu.
BACA JUGA:Jonatan Christie Buka Peluang Juara India Open 2026, Final Hari Ini Lawan Wakil China Taipei
Program konferensi ini juga menghadirkan HE Hashim S. Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Bidang Iklim dan Energi; Duta Besar Wang Qing, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN; Zhou Kan, Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok; serta The Hon Dr Horace Cheung Kwok-kwan, Deputy Secretary for Justice, Government of the Hong Kong Special Administrative Region, bersama para pemimpin dari perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan perusahaan teknologi seperti Alibaba Cloud, HSBC, Huawei, Ant International, Bank Rakyat Indonesia, Fosun Health, FWD Group, dan OCBC.
Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari Indonesia dan berbagai negara di kawasan, sekaligus menandai 75 tahun hubungan Tiongkok–Indonesia dan peran Indonesia yang semakin penting dalam membentuk kerja sama ekonomi regional menjelang APEC 2026 di Shenzhen.***



















