BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa atau Pemdes Gunungsari, Kecamatan Gunungsari berencana membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah.
Pembuatan Perdes dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah yang bereserakan di beberapa titik seperti di kebun warga dan di pinggir jalan.
Sekretaris Desa Gunungsari Nasrudin mengatakan, kesadaran masyarakat di desanya untuk tidak membuang sampah sembarangan terbilang masih sangat minim.
Baca Juga: Rincian Harta Kekayaan Pjs Walikota Tangsel Tabrani, Tanahnya ‘Berserakan’ di Kota Tangerang
“Dasar pembuatan Perdes ini karena kita melihat kondisi masyarakatnya kurang kesadaran dalam membuang sampah yang benar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 2 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, pembuatan Perdes larangan membuang sampah sembaragan ini baru pertama kali dilakukan untuk menghindari terjadinya kampung kumuh.
“Perdes ini bertujuan supaya sampah di Gunungsari teratasi dan lingkungannya tidak kumuh, Insya Allah hari Jumat (4 Oktiber 2024) besok kita rapatkan dengan tokoh masyarakat, RT, dan perangkat desa,” katanya.
Baca Juga: Dikendalikan Keluarga, Rumah Mewah di Kota Serang Produksi 6,9 Juta Butir PCC
Nasrudin mengaku pihaknya sudah merencanakan pembuatan Perdes pengelolaan sampah tersebut cukup lama dan baru akan direalisasikan tahun ini.
“Inisiatif sudah dari dulu dan sekarang kita sudah diberikan bantuan tiga cator (becak motor) sehingga kita berani mengeluarkan Perdesnya. Nanti dari desa akan membuat tim untuk pengelolan sampahnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, masih banyak warga yang suka membuang sampah sembarangan sehingga terjadinya penumpukan dan mengeluarkan bau yang tak sedap.
Baca Juga: Hadir Sejak 1998 di Kota Serang, Toko Busana Muslim Cahaya 31 Selalu Update Model Terbaru
“Biasanya yang buang sampah ini orang-orang yang mau berangkat kerja atau ke pasar. Kadang pelakuknya juga dari desa-desa lain,” paparnya.
Warga Desa Gunungsari Nurul mengatakan, pihaknya juga sering melihat pengendara motor yang sedang melintas membuang sampah di desanya.
“Kadang yang punya lahan juga sampai marah-marah, pernah ada yang kepergon sedang membuang sampah terus disuruh ngambil semua sampahnya,” ungkapnya. ***


















