BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten masih menghadapi kendala besar dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi warganya, padahal di Provinsi Banten sendiri banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU yang berdiri seperti di Suralaya, Labuan dan Kramatwatu.
Hingga saat ini, sekitar 41.000 rumah di Banten belum teraliri listrik meski usia provinsi ini telah mencapai 24 tahun.
Pelaksana tugas atau Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Provinsi Banten, Deri Dariawan, mengungkapkan bahwa masih banyak rumah yang belum menikmati akses listrik.
“Yang tercatat, saat ini ada sekitar 41.000 rumah yang belum teraliri listrik,” kata Deri kepada wartawan, Rabu, 8 Januari 2025.
Deri mengungkapkan, untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya terus menjalankan program listrik desa atau Lisdes yang dimulai sejak 2002.
Awalnya, lebih dari 270.000 rumah di Banten tidak teraliri listrik akibat tidak adanya jaringan listrik di beberapa wilayah.
Baca Juga: Akun Instagram BPBD Kota Cilegon Diretas, Tawarkan Giveaway Iphone 15 Pro Max
“Dulu, banyak wilayah yang tidak terjangkau jaringan listrik sama sekali,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, kondisi ketidakmerataan akses listrik ini masih banyak terjadi di sejumlah daerah di Banten, seperti Kabupaten Tangerang, Lebak, dan Pandeglang.
“Kabupaten Tangerang bagian pinggirannya, serta Lebak dan Pandeglang, masih banyak yang belum teraliri listrik,” kata Deri.
Deri menuturkan, guna mengurangi angka rumah yang belum berlistrik, pihaknya memiliki program Lisdes yang menjadi fokus utama.
Baca Juga: 9 Pekerja di Kabupaten Pandeglang Kehilangan Pekerjaan Selama 2024, Ini Penyebabnya
Pada 2025 mendatang, pihaknya mengaku telah menargetkan akan memberikan sambungan listrik untuk 8.500 rumah.
“Banyak di antara rumah-rumah tersebut sudah punya sambungan listrik, tapi belum bisa mengakses listrik karena masalah daya. Tahun 2025, kami rencanakan akan memberikan bantuan untuk 8.500 rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menambahkan, alokasi anggaran untuk program Lisdes 2025 telah disiapkan untuk 8.500 sambungan baru.
“Alokasi untuk tahun 2025 adalah 8.500 sambungan dari total 41.000 rumah yang belum teraliri listrik,” ungkap Ari.
Baca Juga: Gegara Defisit Anggaran 2024, Berikut Rincian Honor Guru dan Linmas di Kota Cilegon yang Amblas
Ia menerangkan, proses penyaluran bantuan lisdes tersebut, pihaknya akan mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial atau DTKS.
“Tentu dengan melalui verifikasi lebih lanjut untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Dan kami akan pastikan penerima manfaatnya sesuai dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.***


















