BANTENRAYA.COM – Setiap 22 September diperingati sebagai diperingati sebagai World Rhino Day atau Hari Badak Sedunia.
Setidaknya ada 5 jenis badak di dunia dan dua di antaranya ada di Indonesia yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang hanya tinggal di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten dan kedua Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) yang habitatnya tersebar di wilayah Aceh, Lampung, dan sebagian Kalimantan Timur.
“Kita pantas berbangga karena upaya-upaya konservasi telah berhasil meningkatkan populasi badak. Kelahiran anak badak di Taman Nasional Ujung Kulon beberapa waktu lalu memberikan harapan untuk kelestarian satwa ini,” demikian postingan Kementrian LHK dalam akun Instagram yang dilihat Kamis 23 September 2021.
Baca Juga: Seekor Buaya Dilepasliarkan Petugas TNUK di Muara Cilintang Pulau Handeuleum
Dalam postingannya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berterima kasih kepada para mitra/LSM dan pihak swasta yang berkomitmen melaksanakan konservasi dan penyelamatan badak jawa dan sumatra agar tetap lestari di habitat alamnya. “Semoga mereka terus lestari ya Sobat Hijau.”
Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Meningkat Kabar gembira datang lagi dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), yang sekaligus sebagai Warisan Dunia atau World Heritage yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1991. Pada bulan April dan Juni 2021 muncul 2 ekor anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang terekam kamera video trap di Semenanjung Ujung Kulon oleh Tim Monitoring Badak Jawa TNUK.
DIkutip dar laman ujungkulon.org, ada kelahiran 4 ekor anak Badak Jawa pada awal tahun 2021 dan kini jumlahnya menjadi 75 ekor.
Anak badak Jawa pertama dengan jenis kelamin betina (ID.083.2021) mulai terekam video kamera trap pada tanggal 18 Maret 2021 dari induk bernama Ambu (ID.023.2011). Kelahiran ini merupakan yang kedua bagi induk badak Ambu setelah tercatat sebelumnya melahirkan pada tahun 2017.
Baca Juga: Dua Anak Badak Jawa Kembali Lahir di TNUK
Anak badak Jawa kedua berjenis kelamin jantan (ID.084.2021) diperkirakan sudah berusia 1 tahun yang mulai terekam pada 27 Maret 2021 bersama induknya bernama Palasari (ID.008.2011).
Sementara anak Badak Jawa ketiga berjenis kelamin jantan (ID.085.2021), perkiraan usia 3-4 bulan mulai terekam pada 12 April 2021 bersama induknya bernama Rimbani (ID.051.2012) dan merupakan kelahiran pertama kali.
Rimbani merupakan anak dari induk yang bernama Ratih (ID.024.2011). Anak badak jawa keempat berjenis kelamin betina (ID.086.2021) dengan perkiraan usia 1 tahun terekam pada 9 Juni 2021 bersama induknya yang bernama Kasih (ID.032.2011).
Kelahiran ini merupakan yang ketiga bagi induk Kasih setelah tercatat kelahiran sebelumnya. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah jenis satwa langka yang masuk kedalam 25 spesies prioritas utama konservasi Pemerintah Indonesia. IUCN memasukkan spesies Badak Jawa ke dalam status Critically Endangered dan CITES mengkategorikannya ke dalam Appendix I.Jakarta, KLHK, 16 Agustus 2021. ***
















