Untuk dapat memanfaatkan jaringan dan magang, Gen Z dapat mengikuti berbagai komunitas, forum, atau program mentoring yang dapat menambah peluang.
3. Coba Jadi Wirausaha atau Kreatif
Struktur sosial memberi peluang bagi yang mau mencoba sendiri. Gen Z bisa membuat usaha kecil, bisnis kreatif, atau proyek digital yang dapat menjadi sumber penghasilan.
Dengan begitu, Gen Z memiliki pengalaman dalam me-manage usaha kecil sebelum menghadapi dunia kerja.
4. Kerja Sama Pemerintah, Sekolah, dan Industri
Semua pihak seperti (Pemerintah, Sekolah, dan Industri) dapat membantu membuka peluang nyata, misalnya info lowongan, bimbingan karier, atau program pelatihan.
Dengan strategi sederhana ini, Gen Z dapat mulai membuka pintu peluang lebih luas. Masalah pengangguran bukan hanya tanggung jawab individu, tapi bisa diatasi apabila masyarakat, sekolah, dan industri bekerja sama untuk memberikan akses serta kesempatan yang lebih adil.
Pada akhirnya, tantangan pengangguran Gen Z di tahun 2025 bukan hanya soal kurangnya kemampuan individu, akan tetapi juga karena alasan struktur sosial dan ekonomi yang belum memberi ruang sama rata untuk semua masyarakat.
Tapi bukan berarti tidak ada harapan. Gen Z mempunyai energi, kreativitas, dan akses teknologi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Apabila potensi tersebut dapat diarahkan melalui berbagai peningkatan skill, jaringan yang kuat, serta dukungan nyata dari pemerintah, sekolah, dan industri, maka jalan menuju dunia kerja dapat lebih terbuka.



















