BANTENRAYA.COM – Capaian prestasi kontingen asal Provinsi Banten di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut sesuai dengan harapan. Pasalnya, berdasarkan hasil dari perolehan medali dari para atlet, Provinsi Banten masuk ke dalam urutan peringkat 10 besar.
Peraihan prestasi atas peringkat tersebut merupakan capaian yang telah ditargetkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Banten sesaat sebelum keberangatakan kontingen ke laga pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, Pemprov Banten sangat bersyukur atas perolehan yang membanggakan tersebut.
Ia mengungkapkan, segaala capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, dari mulai atlet, pelatih dan official.
Baca Juga: AWAS! Modus Penipuan Baru Sasar Wajib Pajak, Begini yang Dilakukan
“Sehingga perolehan medali kali ini meningkat jauh dari sebelumnya,” kata Syaukani, Minggu, 22 September 2024.
“Pada ajang kali ini, Kontingen Provinsi Banten berhasil menyabet 22 medali emas, 24 perak, dan 33 perunggu. Atas perolehan tersebut akhirnya Provinsi Banten masuk ke dalam peringkat 10 besar,” sambungnya.
Syaukani mengatakan, di ajang PON XXI Aceh dan Sumut, selanjutnya pihaknha akan mendukung dan menggiatkan semangat para atlet agar mampu meningkatkan prestasi yang lebih baik lagi.
“Kita akan giatkan lagi. Kita yakin bisa,” ujarnya.
Baca Juga: 400 Pedzikir Datangi Kampung Larangan pada Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah
Syaukani menuturkan, jumlah perolehan medali emas kontingen Provinsi Banten sama persis dengan Provinsi Lampung.
Hanya saja, kata dia, pada perolehan peraknya, Provinsi Banten mendapatkan lebih banyak.
Tidak sampai di situ, Syaukani juga mengungkapkan bahwa, pihaknya juga sempat melakukan protes atas dianulirnya satu medali emas yang diperoleh dari cabang olahraga Binaraga.
“Perolehan medali emas kita sama dengan (Provinsi) Lampung, hanya saja kita peraknya lebih banyak. Sehingga lebih unggul,” jelasnya.
“Kita juga sempat lakukan protes terkait anulir emas pada cabor Binaraga. Alhamdulillah, setelah dipertimbangkan oleh panitia besar PON, akhirnya emas itu kembali masuk perhitungan,” tambahnya.
Baca Juga: Sewa Exavator, Relawan Zakiyah-Najib Gotong Royong Bersih-Bersih Sampah Liar di Cikande
Lebih lanjut Syaukani menerangkan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk penyiapan SDM-nya, untuk menjadi tuan rumah pada pelaksanaan PON 2032 nanti bersama Provinsi Lampung.
“Kita masih ada waktu 8 tahun lagi untuk mempersiapkan itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Sebelumnya, Ketua Umum KONI Provinsi Banten Edi Ariadi mengatakan, target yang ditetapkan pada ajang PON XXI Aceh-Sumut adalah masuk ke dalam 10 besar dengan beberapa cabang olahraga unggulan seperti muaythai, panjat tebing, dan angkat besi.
“Target kita adalah masuk ke peringkat 10 besar ya, karena untuk masuk 10 besar itu ada kualifikasi lagi seperti emas-nya harus berapa, perak berapa, dan perunggu berapa. Kita yakin kontingen Banten yang telah dipersiapkan dengan matang, dengan latihan yang intens bisa membawa nama Banten ke kanca nasional. Dan dengan semangat juang yang tinggi, junjung tinggi sportifitas dan raih prestasi untuk Provinsi Banten,” kata Edi.***



















