SERANG, BANTEN RAYA – Lima karateka asal Kota Serang berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua untuk membela Provinsi Banten.
Kelima karateka warga ‘Aje Kendor’ itu adalah I Gede Gangga Wijaya yang akan tampil dikategori kumite (tanding) kelas -67 kg kelompok putra, Jacob Noel kumite -55 kg putra, Nurdiansyah yang turun dikategori kata (seni) beregu putra, Mahlian kata beregu putra, dan Marsella Sekar Damayanti kata perorangan putri.
Kelima atlet Karateka itu saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Perumahan Safira, Ciracas, Kota Serang, guna mematangkan persiapan menuju ‘Bumi Cenderawasih’ Papua, 2-15 Oktober 2021.
Baca Juga: Jadwal Liga Prancis dan Link Live Streaming PSG versus Clermont serta Aksi Lionel Messi
Ketua FORKI Kota Serang Joe Manaloe mengatakan, jumlah karateka Kota Serang yang lolos ke pesta olahraga multievent empat tahun ini lebih banyak.
“Di PON sekarang, kita meloloskan lima orang, kalau PON Jabar kan cuman satu orang, Nurdiansyah kata beregu putra. Jadi atlet Kota Serang mendominasi di cabor karate,” ujar Joe kepada bantenraya.com, Jumat (10/9/21).
Joe yang juga Manager PON Cabor karate Banten ini mengungkapkan, kelima anak didiknya tersebut saat ini tengah menjalani pemusatan latihan guna mematangkan persiapan menuju PON, sehingga diharapkan mampu mengukir prestasi.
Baca Juga: Kecamatan Tanara Juara Umum MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Serang
“Sekarang sudah mau memasuki pra kompetisi. Tinggal menjaga pik-piknya aja sih. Kalau untuk program sudah disesuaikan tinggal menunggu tanding, jadi hanya menjaga psikologi, menjaga fisik, paling utama adalah menjaga hubungan dengan Tuhan,” kata dia.
Ia berharap lima patriot olahraganya tersebut mampu bersaing dan mempersembahkan prestasi untuk dibawa pulang ke ‘Bumi Jawara’ Banten.
“Doa terbaik kami untuk mereka (lima atlet) pulang ke Banten bawa medali,” katanya.
Baca Juga: Eks Legenda Inggris Jhon Terry Ungkap Pengalamannya Selama Jadi Asisten di Aston Villa
Hanya saja, Joe mengaku bingung untuk berbagi kebahagiaan atas kelolosan para anak didiknya tersebut. Terlebih saat ini kondisinya masih Pandemi Covid-19.
“Saya sebenarnya senang bercampur bangga, cuman ya harus ngomong kemana lah. Kalau kebanggaan itu dijaga, karena situasi saat ini kan mau ngomong pun pandemi. Terus yaudah kita banyak berdoa saja, berbuat semampunya, apa yang menjadi kekurangan atlet tetap dijaga motivasinya,” ucap Joe. ***



















