BANTENRAYA.COM – Rumah milik Jumroni warga Kampung Ojar, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar rusak parah ambles terdampak pergerakan tanah, Senin 27 Februari 2023.
Jumroni mengatakan, kejadian amblesnya rumah terjadi pada pukul 01.00 WIB dini hari. Beruntungnya ia belum tidur sehingga bisa menyelamatkan diri beserta keluarganya.
“Biasanya kan saya sudah tidur jam segitu untungnya mata belum mau tidur hingga terdengar suatu kretek-kretek pertanda akan ambles karena mendengar suara itu saya langsung membangunkan istri serta anak saya,” katanya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Rumah Warga Puloampel Kabupaten Serang Alami Longsor, Kapolsek Iptu Fahmi dan Anggota Turun Tangan
Ia mengungkapkan, atas kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Namun barang-barang berharga berhasil diselamatkan.
“Pas terdengar suara itu saya langsung pindahkan barang-barang berharga keluar rumah. Selang beberapa menit belakang rumah ambruk parah,” ungkapnya.
Jumroni menuturkan, kejadian tersebut diduga akibat hujan deras serta permukaan tanah yang terkikis karena berdekatan dengan sungai Cilangkap.
Baca Juga: Gorong-Gorong Tersumbat di Akses Jalan Pandeglang-Rangkasbitung Diperbaiki
“Pas kejadian itu kebetulan hujan lebat ditambah posisi tanah disini berdekatan dengan sungai Cilangkap,” tuturnya.
Ia membeberkan, lokasi bangunan yang rusak antara lain ruang tamu, dapur serta kamar mandi.
“Karena kejadian ini saya tidak bisa berdagang, kan tempat ini tempat dimana saya menjajakan barang dagangan saya,” bebernya.
Baca Juga: Jalan Tol Tangerang – Merak Membahayakan, 4 Mobil Alami Pecah Ban
Jumroni mengungkapkan, kejadian pergerakan tanah di Kampung Ojar sudah terjadi sebanyak tiga kali antara lain di tahun 2022 terjadi sebanyak 2 kali hingga menyebabkan 4 rumah warga ambruk.
“Ini kejadian yang ketiga kali. Untuk sekarang keluarga saya mengungsi di rumah keluarga, kemungkinan besar kami akan berpindah tempat karena khawatir rumah ini ambruk kembali, ” ungkapnya.
Ia berharap, agar pemerintah memberikan perhatian atas musibah yang terjadi kepada dirinya.
Baca Juga: Total 92 Nama Perwira Polisi Dimutasi, Ada Apa Nih ?
“Semoga ada rezeki sehingga saya bisa kembali membangun rumah ini ataupun rumah baru di tempat lain,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama membenarkan atas kejadian pergerakan tanah di Kampung Ojar.
“Ya memang benar telah terjadi bencana pergerakan tanah hingga menyebabkan satu rumah milik warga ambruk,” tandasnya.
Ia menyatakan, kejadian pergerakan tanah disebabkan oleh tekstur tanah yang mudah ambles karena berdekatan dengan sungai Cilangkap.
“Karena intensitas hujan yang cukup tinggi rumah warga Ojar rusak parah, kami sudah menerjunkan petugas untuk meninjau lokasi tersebut,” paparnya.
Febby menghimbau, mengingat potensi hujan disertai hujan dan angin lebat bisa menyebabkan bencana alam terjadi maka sudah seharusnya warga Lebak agar mewaspadainya.
“Masyarakat Lebak harus waspada karena tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi bencana alam meskipun wilayah yang kecil kemungkinan terjadi bencana tetap harus waspada,” imbaunya.(***)



















