BANTENRAYA.COM – Bagi yang sedang mencari contoh atau referensi puisi dengan tema Isra Miraj, maka Anda sudah di artikel yang tepat.
Pasalnya dalam artikel ini akan menyajikan 7 contoh puisi dengan tema Isra Miraj yang cocok digunakan untuk lomba-lomba baik di lingkungan rumah atau sekolah.
Contoh puisi tema Isra Miraj di sini dmerupakan karya pilihan sehingga diyakini bisa membuat juri terpukau saat dibawakan.
Baca Juga: Alasan Ardhito Pramono tumbang hingga jatuh di panggung: Terjadi sebuah insiden…
Umat Muslim khusus di Indonesia memang kerap menggelar perayaan Isra Miraj setiap tahunnya.
Hal tersebut lantaran Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa besar bagi umat Muslim.
Dalam peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah agar menjalankan sholat 5 waktu dalm sehari untuk juga dijalankan oleh umatnya.
Baca Juga: Hukuman Mati Ferdy Sambo Sudah Jelas, Arsul Sani Langsung Senggol Komnas HAM
Untuk menjaga semangat dalam peristiwa tersebut, maka digelar sejumlah kegiatan keagamaan.
Dari mulai menggelar kajian, tausiyah hingga lomba-lomba yang digelar di lingkungan rumah atau sekolah.
Berbagai lomba digelar dari cerdas cermat, pidato, bercerita hingga yang paling sering adalah lomba puisi.
Baca Juga: 10 Quotes dan Ucapan Selamat Hari Kanker Anak Sedunia 2023 yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, berikut adalah 7 contoh puisi dengan tema Isra Miraj yang bisa buat juri terpukau.
1. Cahaya Isra
Penulis: NN
Sebelum sosokmu hijrah ke Madinah
Engkau hadiahi kami sebait kisah
Tentang perjalanan semalam yang bersejarah
Antara masjidil Haram dan Aqsha
Sebuah ujian keimanan untukku
Ya Rasulullah kumengimani peristiwa-peristiwamu
Cahaya isra akan mengalir di dalam hela napasku
Meyakini semuanya tanpa ragu
Baca Juga: Dosen-dosen UGM Tolak Pemberian Gelar Guru Besar Kehormatan Kepada Pejabat Publik
Masjidil Haram awal perjalananmu nan suci
Bersama malaikat Jibril yang turut menyertai
Menunaikan perintah Rabbul Izzati
Isra wal mi’raj di malam hari
Perjalananmu adalah mukjizat
Kekuasaan Allah amatlah hebat
Dengan waktu yang teramat singkat
Kau tembus langit yang di jaga para malaikat
Engkau melihat surga dan neraka
Bertemu para malaikat juga ambiya
Terus menuju Sidrotul Muntaha
Bertemu Allah Yang Maha Kuasa
Baca Juga: Lumat Tottenham Hotspur, Modal Bagus AC Milan Menuju London
2. Aku yang Lalai dalam Shalat
Penulis: Ozy V. Alandika
Andai shalat masih lima puluh rakaat
sungguh aku tidak akan sanggup
Bani Israil sudah jadi bukti sulitnya taat
Di saat dunia semenjana terdamba umat
Aku yang lalai dalam shalat
Masih jauh dari sempurnanya niat
Khusyuknya gerak belum mampu saban saat
Padahal raga ini begitu sempurna dalam sehat
Rasulku Isra’ Mi’raj menjemput shalat
Bersyukur Allah ringankan menjadi lima rakaat
Dengan tidak mengulangi hikmat
Sepuluh kebajikan terjamin atas tiap waktu shalat
Tapi aku masih lalai dalam shalat
Rukuk ini masih terlalu cepat
Sujud ini masih asal tunduk berbuat
Tengadah tangan ini masih asal ingat
Padahal nikmat mengalir setiap saat
Ampuni hamba-Mu ini Ya Allah
Atas segala lalai menunda taubat
Padahal aku tidak tahu kapan akan sekarat
Tapi masih sangat sedikit ingat akhirat
Ya Allah yang Maha Kasih lagi Maha Sayang
Teguhkanlah hati hamba atas agama-Mu
Husnul khotimah-kan hamba saat ajal menjelang
Izinkanlah hamba untuk masuk ke dalam surga-Mu
Baca Juga: Menteri BUMN Berikan Solusi untuk Menjaga Kesehatan Ekosistem Media di Indonesia
3. Isro’ Mi’raj
Oleh Alviyan.S
Ku coba susuri jejak
di antara puing berserak
yang di tinggalkan kekasihMU
tentang perjalanan malam
melintas ruang dan waktu
menuju masjidil Aqso Palestina
Lalu meroket hingga surga
dengan buraq milik MU
dan Jibril jadi penunjuk arah
meski beribu jarak
telah berlalu
Baca Juga: Soal 4.200 Warga yang Meninggal Tapi Terdaftar DPT, Ketua KPU Kota Serang Pastikan Sudah Dicoret
Antara aku dan kekasih MU
kan terus kucoba mencari jejak
hingga ku dapat titik terang
yang bersinar terangi kalbu
4. Cahayamu
Oleh: NN
Hadirmu bagai purnama menerangi malam
Bagai bintang indah berkerlip
Bagai pelangi memberi warna
Bagai gemunung mengkokoh jiwa
Bagai batu karang teguh berdiri
Bagai air sejuk mengalir
Merasuk jiwa-jiwa lara
Jiwa-jiwa dalam kegelapan
Jiwa-jiwa alam kebimbangan
Cahayamu menuntunku
Menuju jalan Ilahi
Menuju kesucian hakiki
Dalam pelukan Rabb
Baca Juga: Profil Giorgio Ramadhan Sopir Mobil Fortuner Tersangka Perusakan Mobil Brio di Jalan Senopati
Duhai junjungan jiwa
Telah kau beri kami cahaya
Dari kegelapan dunia
Telah menjadi tuntunan umat
Pada langkah kami dibelantara kehidupan
5. Menyambut Kemuliaan Isra Mi’raj (Cahaya yang Diturunkannya)
Oleh: Berandal Aksara
Ya Rasulallah
Engkaulah lentera
Penerang gulita jiwa
Laksana embun penyejuk kalbu
Ya Habiballoh
Ucapmu bernada indah
Kedamaian hati berkaidah
Prilakumu santun Yaumil Marhamah
Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Peluang Besar Ferdy Sambo Bisa Bebas Asalkan Lakukan…
Ya Nabialloh
Genggaman tanganmu penuh kasih
Rengkuhmu tiada sekat ditiap sisi selisih
Menjadikan terang mata kami dari sebuah jahiliyah
Ya Nabi, Ya Rasul
Betapa mulia akhlakmu
Bak sucinya kemuliaan Alquran
Penuntun kehidupan
Kau cahaya Mi’raj yang diturunkannya
Penunjuk langkah ibadah
Anta Syamsun Anta Badrun Anta Nuurin Fatwa Nuuri
Engkaulah penunjuk pintu Surga
Dulu kami gelap mata maksiatan dunia
Tak berpenerang hidup dalam kekosongan ilmi
Engkaulah penuntun yang sesungguhnya
Dari liku kebimbangan nurani insan dicipta menuju terang gelap mata
Syafaat adalah harapan kehidupan
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad
Sholawat dan salam kan terus menggema
Hingga menutup mata akhiri cerita dalam menghadapNya
Engkaulah cahaya diatas cahaya yang diturunkanNya
6. Isra Mi’raj Cahaya Habiballah
Oleh: Andi Nurhaedah
Dalam perjalanan suci kekuasaan sang Ilahi
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
Isra itulah namanya
Dan perjalanan dari masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha
Mi’raj itulah namanya
Hanya sekejap waktu terlewat
Begitu banyak rahmat
Tentang perjanjian mulia
Tiang utama penyangga agama
Baca Juga: Tes IQ: Hitung Jumlah Gajah dalam Gambar Ini, Jawaban Benar Menunjukan Kehebatan Anda
Pahala berlimpah dijanjikanNya
Tiada apapun yang Ia harapkan
Tiada apapun yang Ia Inginkan
Hanya agar sang pencipta mengingatNya
Hanya agar ada syukur di hati mereka
Begitu beratkah mematuhinya?
Ya Rasulullah,ya Habiballah
Engkau bawa sinar Tuhanmu
Ketika gelap alam semesta
Engkaulah cahaya
di tengah kehidupan jahiliyah
Menyampaikan amanah
Engkau pemadam pertikaian
di tengah kehancuran
Shalatlah wahai umat!!
tunaikanlah zakat!!Alhamdulillah wa syukurillah, Subhanallah wallahu Akbar,,,
Baca Juga: Tes IQ: Seberapa Cerdas Kamu Menemukan Jawaban Soal Angka Ini, Gampang Banget Anak SD Aja Pintar
7. Kabar Gembira di Penghujung Rajab
Oleh Ozy V. Alandika
Dulu Nabiku berselimut duka
Ditinggal oleh kekasih tercinta
Khadijah berpamitan kepada dunia
Penanda ajal sudah tiba masa
Dulu Nabiku mengepul gundah
Ditinggal oleh paman tercinta
Abu Thalib berpamitan kepada dunia
Tokoh masyhur sudah tiba di akhir masa
Dulu Nabiku berbeban tangis
Dicela dicaci Kafirun bengis
Rasa tertutup sela dakwah bertumpuk lapis
Ancam celaka menampar hati yang teriris
Baca Juga: Duel Dua Klub Liga 1 Papan Atas, Persib Bandung Disungkurkan PSM Makassar
Dulu Nabiku menampung sedih
Dakwah ke luar Mekah mendatang pedih
Amarah penduduk Thaif menggaung didih
Mengusir Rasul tanpa sedikit pun belas kasih
Tapi Allah Maha Kasih
Tapi Allah Maha Sayang
Allah tak biarkan Nabiku larut dalam sedih
Allah hadiahkan kabar gembira yang terbayang
Pada penghujung Rajab yang sejuk
Allah jemput Nabiku melakukan perjalanan
Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa adalah penunjuk
Mi’raj ke Sidratul Muntaha adalah puncak atas keyakinan
Bahwa kekuasaan Allah meliputi seluruh alam
Bahwa Allah Maha Menghapus kesedihan
Bahwa benar Allah memperjalankan Muhammad dalam satu malam
Bahwa benar di setiap kesulitan itu ada kemudahan
Baca Juga: Arti Kata Buri Beceng Bahasa Madura yang Viral di TiKTok, Jangan Asal Sebut Jika Tak Mau Dikemplang
Aduhai ruginya aku
Yang pada penghujung Rajab hanya sibuk menuruti tuanku
Padahal Isra’ Mi’raj sungguh penuh hikmah
Sedang aku masih pening mendengar ceramah
Ampuniku hamba-Mu ini Ya Allah
Atas segala khilaf, dosa, dan salah
Atas segala lalai dalam doa dan ibadah
Semoga Engkau permudah aku menuju istiqomah. ***















