BANTENRAYA.COM – Mal Pelayanan Publik atau MPP Kota Cilegon sudah beroperasi sejak akhir Desember 2023 lalu.
Sudah banyak warga yang mengunjungi Mal Pelayanan Publik untuk mengakses pelayanan publik.
Pantauan Bantenraya.com pada Rabu 1 Februari 2023, puluhan warga mengakses pelayanan yang tersedia di Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon.
Beberapa gerai pelayanan publik yang ramai dikunjungi warga seperti di pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil, pelayanan Imigrasi, serta pelayanan Kementerian Agama atau Kemenag.
Di MPP Kota Cilegon, juga tersedia berbagai fasilitas seperti pojok baca digital, ruang laktasi, playground, toilet, keran air langsung minum dan ruang tunggu yang dilengkapi pendingin ruangan.
Ruangan Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon juga dihiasi dengan berbagai bunga plastik yang membuat ruangan terkesan lebih adem.
Selain itu, petugas keamanan juga turut membantu warga yang mengambil nomor antrean.
Warga Lingkungan Ciora, Kelurahan Grogol, Saefulloh datang ke Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon untuk mengakses pelayanan Disdukcapil Kota Cilegon.
“Mau ganti status pekerjaan di KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di KTP kan pedagang, mau diganti wiraswasta,” kata Seafulloh ditemui di lokasi.
Saefulloh mengaku bangga bisa melihat gedung pelayanan publik yang megah dan nyaman.
“Enak, saya juga ngeliatnya juga enak (ruangan Mal Pelayanan Publik). Cepat daripada di kecamatan. Kalau kekurangan ya pasti ada, kurang luas aja, kalau yang ngantre banyak ya kurang ruangan segini,” katanya.
Di tempat yang sama, warga Lingkungan Kapudenok, Kelurahan Lebak Denok, Ani Maisaroh akan mengurus Surat Keterangan Usaha atau SKU.
“Saya mau ngurus SKU. Mau ke loket PTSP,” kata Ani.
Ani mengaku ruangan MPP nyaman dan dibantu dalam mengambil nomor antrean.
“Baru kali ini ke sini, nyaman. Mungkin kursi ruang tunggu diperbanyak lagi ya di luar, takutnya pas ramai,” ujarnya.
Baca Juga: Contoh Visi Misi PKD Pemilu 2024, Cek Disini Paling Terbaru
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Kota Cilegon Dendi Rudiatna mengatakan, pengunjung MPP dalam per hari rata-rata 600 hingga 700 orang.
Ke depan, juga akan ada penambahan gerai pelayanan publik.
“Setelah MPP berdiri itu menarik para penerbit perizinan, meminta kepada kita masuk ke MPP. Terdekat adalah KPP Pajak Pratama, mereka sedang mengajukan (izin) ke pusat, perjanjian kerjasama ke pusat sedang ditandatangani,” kata Dendi.
Kata Dendi, DPMPTSP Kota Cilegon juga sedang melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cilegon dan Dinas Sosial atau Dinsos Kota Cilegon untuk membuka pelayanan di Mal Pelayanan Publik.
Saat ini ada 21 Gerai Pelayanan dan 98 perizinan yang dilayani.
“Nanti ada lebih dari 100 perizinan, karena KPP saja melayani 6 perizinan,” katanya.
Dendi mengaku jika DPMPTSP Kota Cilegon terus melakukan evaluasi setelah berjalannya Mal Pelayanan Publik selama satu bulan.
Menurutnya, ada beberapa evaluasi terkait Gerai Pelayanan yang tidak buka setiap hari.
“Seperti Gerai Pelayanan Badan POM, tidak buka setiap hari hanya dua hari dalam seminggu, itu akan coba kita isi di hari yang kosong oleh pelayanan lain, bisa atau gak, kalau bisa jadi nanti kita isi biar setiap haru full,” ucapnya.
Dendi menambahkan, terkait dengan ruang tunggu memang ada yang di dalam dan ada di ruang.
“Karena ada yang mau merokok, itu di luar, nanti masuk kalau dipanggil antreannya,” tuturnya.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Kantor Wilayah atau Kanwil Banten mengapresiasi kualitas pelayanan Mal Pelayanan Publik yang ada dilingkungan Pemkot Cilegon.
Hal itu terungkap di sela-sela acara kunjungan sejumlah pejabat Kanwil Kemenkumham Banten di gerai keimigrasian Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon pada Selasa, 31 Januari 2023.
“Kami melihat, fasilitas dan pelayanan disini (MPP Kota Cilegon-red) sangat bagus dan nyaman,” kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Perizinan Keimigrasian pada Kanwil Kemenkumham Banten.
Menurut Ayu, fasilitas Mal Pelayanam Publik yang disediakan Pemkot Cilegon sangat membantu lembaga-lembaga negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
“Ini sangat membantu kami (Kemenkumham-red) dalam memberikan pelayanan publik. Outlet pelayanan keimigrasian Kemenkumham Banten di Kota Cilegon ada dua, yakni di MPP Kota Cilegon dan Kantor Imigrasi Kota Cilegon di Gerem (Kecamatan Gerem),” tuturnya.
Baca Juga: Sepele Gara Gara Rp21 Juta Instansi di Kota Cilegon Ini Terancam Terseret Kasus Hukum oleh Penyidik
Ayu menjelaskan, monitoring tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi terhadap pelayanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon.
“Ini (Monitoring) untuk evaluasi apakah pelayanan kita (Keimigrasian) sudah maksimal atau belum. Hasil evaluasi ini akan kami tindaklanjuti agar pelayanan semakin optimal. Sejauh ini kami melihat belum ada kendala,” jelasnya.***

















