BANTENRAYA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kemenpupr bersiap membangun hunian rumah susun atau Rusun untuk ASN, Polri dan TNI di Ibu Kota Nusantara atau IKN pada Juni tahun ini.
Pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,4 triliun untuk pembangunan 47 tower hunian Rusun tersebut.
Dimana ditargetkan pada 2024 mendatang akan selesai.
Rusun tersebut akan dibangun dengan konsep apartemen kota hutan atau forest city sebagaimana gagasan IKN.
Baca Juga: Sejarah dan Alasan Terbentuknya Nahdlatul Ulama, Kini Usianya Telah Menginjak 1 Abad
Yakni pembangunan tower atau menjulang ke atas, sehingga tidak banyak lahan hutan yang digunakan.
Dikutip BantenRaya.Com dari wensite Setkab.go.id pada Selasa 31 Januari 2023, hal itu disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai dirinya menggelar rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Ostana negara kemarin.
Menurutnya, pembangunan Rusun untuk ASN, Polri dan TNI akan selesai pada 2024 mendatang dan dimulai oada Juni atau Juli 2023.
Baca Juga: UPDATE! 10 Link Twibbon Harlah 1 Abad NU Berwarna Hijau, Cocok Dibagikan ke WA, Fb, dan IG
“Sudah diputusakan ada 47 tower atau Rusun yang dibangun,” katanya.
Sebesar Rp9,4 triliun akan digunakan untuk membangun hunian sejenis apaetemen tersebut.
“Sesuai konsep IKN foresr city, kalau dia nggak tower, dia makin menyebar. Jadi tidak banyak memotong dan merusak hutan,” ujarnya.
Baca Juga: WADUH! Ada Unsur LGBT Bahkan Adegan Ranjang Sesama Jenis dalam Serial The Last Of Us Episode 3
Berdasarkan hasil rapar, papar Basuki, akan ada 16,9 ribu ASN, Polri dan TNI yang akan dipindahkan ke IKN pada 2024 mendatanga.
“Presiden memberikan arahan para jajarannya untuk melakukan survei terkait kebutuhan hunian. Jadi harus disurvei siapa yang mau di apartemen, siapa yang mau landed,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Jokowi terus melakukan rapat terbatas dengan kemeneterian teknis dalam rangka percepatan pembangunan IKN, sehingga nantinya lada 2024 sudah terealisasi.
Di sisi lain, Jokowi juga terus melakukan komunikasi kerjasama dengan sejumlah negara investor untuk bisa berinvestasi di IKN. *

















