BANTENRAYA.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas menyebut jika anggaran bagi warga miskin di Indonesia sebesar Rp500 triliun, sebagian besar digunakan untuk rapat dan study banding.
Hal itu terungkap dalam sambutan Menpan RB Abdullah Azwar Anas pada saat pembukaan Sosialisasi Permen PANRB No. 1 tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional di Jakarta, Jumat,27 Januari lalu yang ditayangkan secara live streaming di Youtube Kementerian PAN-RB.
Baca Juga: Link Download Logo Harlah 1 Abad NU Kualitas Tinggi untuk Format PDF dan PNG Serta Maknanya
“Jangan sampai seperti kemarin saya sudah lapor ke Pak Presiden, hampir Rp 500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian, lembaga, tetapi ini tidak in line dengan target prioritas bapak presiden. Karena kementerian lembaga sibuk dengan urusan masing-masing,” dikutip Bantenraya.com.
Azwar menambahkan rendahnya efektivitas pengentasan program kemiskinan tersebut lantaran kementerian dan lembaga terkait sibuk melakukan studi banding.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Peringatan Harlah 1 Abad NU Gratis, Beri Ucapan Anti Mainstream dan Berberka di Hati
“Saudara sekalian, kalau tidak ke depan ini akan berulang terus, programnya kemiskinan, tapi banyak terserap di studi banding kemiskinan.
Selain itu, Azwar menjelaskan kementerian dan lembaga terlalu banyak melakukan rapat program kemiskinan di hotel.
Ya, banyak rapat-rapat tentang kemiskinan, ini saya ulangi lagi menirukan bapak presiden, banyak untuk program-program yang terkait dengan studi-studi dokumentasi tentang kemiskinan, sehingga dampaknya kurang,” jelasnya.
Baca Juga: 51 Nama Bayi Laki-Laki Lahir di Bulan Rajab, Salah Satunya Berarti Penuh dengan Cahaya
Dikutip dari website menpan.go.id, per September 2022, berdasarkan data BPS. Kemiskinan Indonesia sebesar 9,57 persen, menurun dibanding tingkat kemiskinan pada September 2021 sebesar 9,71persen persen.
Pada tahun 2024 pemerintah menargetkan angka kemiskinan di Indonesia turun 7 persen. Apabila mengacu data per September 2022, dalam dua tahun ke depan angka kemiskinan akan turun 1,2 persen per tahun sehingga bisa mencapai 7 persen pada 2024.
Untuk mencapai itu, Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar seluruh komponen pemerintah, dari pusat ke daerah, bergerak selaras. ***



















