BANTENRAYA.COM – PT Nikomas Gemilang sempat menjadi sorotan beberapa hari belakangan.
Hal itu setelah PT Nikomas Gemilang melakukan pemangkasan karyawan.
Salah satu metode yang dilakukan PT Nikomas dalam melakukan pemangkasan karyawan adalah dengan menawarkan pengunduran diri secara sukarela dengan hak-hak karyawan dijamin.
Baca Juga: Bukan Amerika Apalagi Jepang, Ternyata Negara Ini yang Paling Banyak Tanam Investasi di Banten
PT Nikomas Gemilang membuka kesempatan untuk 1.600 karyawan mengusulkan pengunduran diri sukarela.
Dan ternyata ada 898 karyawan PT Nikomas Gemilang yang bersedia mengundurkan diri secara sukarela.
Tapi di luar itu, ada kabar kurang sedap berhembus bahwa PT Nikomas juga melakukan PHK kepada karyawan lain untuk menggenapi angka 1.600 karyawan yang dipangkas.
Banyak masyarakat yang penasaran dengan pemangkasan karyawan di PT Nikomas.
Penasaran karena apakah pemangkasan karyawan di PT Nikomas imbas resesi dunia, atau karena strategi perusahaan yang isunya akan pindah ke daerah lain yang upahnya lebih murah.
Humas PT Nikomas Gemilang Danang Widi Pangestu sempat mengatakan bahwa langkah pemangkasan karyawan karena memang order produk yakni sepatu kepada PT Nikomas Gemilang berkurang.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Rajab 2023 dari Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Gampang dan Mudah Dihafal Kok
Antara lain karena perang Rusia Ukraina yang sampai saat ini terus terjadi.
PT Nikomas Gemilang sendiri berada di bawah Pou Chen Corporation.
Pou Chen Corporation merupakan perusahaan yang berbasis di Taiwan dan didirikan pada September 1969 oleh keluarga Tsai.
Awalnya Pou Chen Corporation memproduksi sepatu kanvas dan karet.
Setelah itu, Pou Chen berfokus pada pembuatan alas kaki atletik dan kasual, dan juga telah berkembang menjadi bisnis pemegang lisensi merek (seperti Nike, Adidas, Puma, Converse, Asics, New Balance) dan bisnis ritel pakaian olahraga dalam beberapa tahun terakhir.
Pou Chen tkemudian menjadi perusahaan induk industri.
Dua bisnis intinya, alas kaki dan ritel, sebagian besar dioperasikan oleh anak perusahaan dan afiliasinya. Pou Chen Group saat ini memiliki pabrik manufaktur dan lokasi ritel di seluruh Taiwan, China, Indonesia, Vietnam, Amerika Serikat, Meksiko, dan wilayah lain di Asia.
Di Indonesia, Pou Chen Corporation mendirikan fasilitas produksi untuk bisnis alas kaki di Serang, bagian dari Jawa Barat saat itu, pada tahun 1992; sekarang mencakup 285 Ha.
Di luar dari isu pemangkasan kerja, PT Nikomas Gemilang 10 tahun lalu ternyata juga pernah tersandung kasus ketenagakerjaan.
Tepatnya di tahun 2010, sebuah LSM dari Amerika Serikat bernama Educating for Justice.
Saat itu, Educating for Justice menemukan bahwa PT Nikomas Gemilang melakukan berbagai pelanggaran terhadap buruh mulai dari tidak membayarkan upah lembur.
Direktur LSM Educating for Justice Jim Keady menyebutkan pihaknya menemukan masih banyak pabrik yang melakukan pelecehan baik verbal mau pun fisik terhadap buruh.
Kemudian ditemukan bahwa 4.437 buruh bekerja lembur selama 600.000 jam tanpa dibayar.
Akhirnya Serikat Pekerja Nasional dan LSM Amerika Serikat tersebut memenangkan kasus itu.
PT Nikomas bersedia untuk membayar sisa upah lembur dengan nilai 2 juta dollar di tahun 2012. ***

















