BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi Banten akan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk menanggulangi 4 akses jalan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang belum lama ini rusak akibat longsor dan tanah bergerak.
Kebutuhan anggaran untuk perbaikan keempat jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp18 miliar.
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, karena tidak ada penganggaran untuk perbaikan keempat jalan tersebut maka salah satu cara untuk menanggulangi kerusakan 4 jalan tersebut adalah dengan menggunakan dana BTT.
Dana BTT sendiri salah satu fungsinya adalah untuk menangani persoalan-persoalan yang disebabkan karena kedaruratan seperti bencana.
“Kita akan gunakan dana BTT,” ujar Al Muktabar.
Baca Juga: Marak Penculikan Anak, DP3AKKB Banten Minta Orangtua Waspada
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten Arlan Marzan mengungkapkan, total ada empat jalan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang terdampar bencana akibat hujan deras yang mengguyur kedua daerah tersebut beberapa waktu yang lalu.
Dari keempat jalan tersebut, tiga jalan rudak akibat adanya tanah bergerak sementara satu jalan tertutup tanah longsor.
Arlan mengungkapkan, untuk solusi sementara jalan-jalan tersebut sudah ditangani oleh petugas yang berasal dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Kabupaten Pandeglang agar bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
Sementara untuk jangka panjang, saat ini pihaknya sedang melakukan asesment dengan konsultan untuk penanganan secara permanen pada keempat jalan tersebut. Penanganan eksta akan diberikan pada ruas Jalan Picung-Munjul.
Baca Juga: Bertahun-tahun Kantor Kelurahan Kilasah Numpang di Eks Kantor UPT Pertanian
“Ke depan kita akan lakukan assessment (dengan konsultan-red) untuk dilakukan penanganan secara permanen,” ujarnya.
Arlan mengungkapkan, untuk memperbaiki keempat jalan tersebut, bila berkaca pada penanganan perbaikan jalan di Cipanas-Warung Banten, maka diperkirakan akan membutuhkan anggaran sebesar Rp14-Rp18 miliar.
Besarnya anggaran yang dibutuhkan, salah satunya karena ada kebutuhan untuk menggunakan pondasi bored pile, terutama untuk ruas Jalan Picung-Munjul agar tidak ada lagi pergerakan..
“Kemungkinan di kisaran Rp14-Rp18 miliar. Karena itu pasti kita harus menggunakan bored pile,” katanya.
Baca Juga: Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru 12 Januari 2023, Banyak Hadiah Diamond Gratis
Bored Pile adalah adalah salah satu jenis alternatif pondasi yang digunakan ketika dalam pengerjaan pembuatan pondasi bangunan tidak memungkinkan untuk menggunakan pondasi tiang pancang dikarenakan lokasi yang sempit dan kondisi lain yang dapat mempengaruhi pengerjaan proyek bangunan. *
Sumbr: Muhamad Tohir/ Bantenraya.com
Pemprov Banten memperkirakan perbaikan untuk 4 jalan rusak yang di Banten Selatan membutuhkan anggaran rp18 miliar yang akan diambil dari dana BTT.


















