BANTENRAYA.COM – Sejumlah wisatawan harus batal berkunjung ke Baduy membatalkan perjalanannya lantaran akses jalan di Kampung Janglapa, Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga ambles, Selasa 3 Januari 2023.
Salah seorang warga Kecamatan Cimarga, Riri Ansori mengatakan, ada sekitar 20 wisatawan dengan tujuan Desa Baduy terpaksa putar arah.
Akses jalan ke Baduy ambles karena badan jalan tergerus longsor akibat cuaca buruk.
Baca Juga: Lolos ke Semifinal Piala AFF 2022 Sebagai Runner up, Siapa Lawan Garuda Berikutnya?
“Pas saya ngobrol sama pengemudi, ternyata mereka mau berwisata ke Baduy karena jalan utama terputus mereka harus memutar arah serta memilih untuk tidak melanjutkan perjalannya,” katanya kepada Bantenraya.com.
Ia membeberkan, sepanjang jalan utama Baduy berkisaran 15 meter rusak diakibatkan oleh hujan lebat yang tidak lekas berhenti.
“Cukup dalam amblesnya, yang bisa lewat cuman roda dua, kalau roda empat tidak bisa lewat, tadi juga para wisatawan membawa mobil makannya tidak bisa lewat,” bebernya.
Baca Juga: Richarlison Bagikan Cuplikan Gol Cantik Marselino Ferdinan saat Indonesia Taklukan Filipina
Riri berharap, agar jalan bisa segara di perbaiki sehingga masyarakat serta wisawatan bisa melintasi kembali jalan tersebut.
“Semoga pihak pemerintah segera malakukan penanganan, soalnya ini kan jalan utama, kalau kami mau ke Rangkasbitung atau ke Baduy sulit,” harapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama membenarkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Ruas Jalan Picung-Munjul Patah Jadi 2 dan Tidak Bisa Dilalui Mobil
Menurutnya, penyebab utama longsor yang mengakibatkan jalan utama di Sangkanmanik ambles adalah hujan lebat berintensitas tinggi.
“Ya memang benar amblas, tapi saya sudah menghubungi pihak PUPR Lebak, sekarang juga alat untuk memperbaiki jalan sedang menuju ke lokasi,” tandasnya.
Ia menambahkan, akibat amblesnya jalan utama menuju destinasi wisata para wisatawan yang hendak berwisata ke Baduy dialihkan ke jalan Aweh Cikampek.
Baca Juga: 3 Januari 2023 Memperingat Apa? Terdapat 2 Hari Peringatan
“Para wisatawan atau masyarakat mohon tetap waspada jangan sampai lengah, karena cuaca ekstrem masih akan berlangsung sampai Februari 2023,” tambahnya. *** (Sahrul)
















