BANTENRAYA.COM – SD Negeri 20 Kota Serang berhasil mengurangi penggunaan sampah plastik secara drastis setelah mengikuti program Adiwiyata.
Sekolah bahkan mengurangi jumlah tempat sampah karena jumlah sampah yang dihasilkan siswa saat ini jauh menurun dibandingkan sebelumnya.
Ketua Tim Adiwiyata SD Negeri 20 Kota Serang Indra Permana mengatakan, sejak sekolah ikut program Adiwiyata pada Agustus 2022 lalu para siswa didorong untuk membawa sendiri tempat makan dan minum mereka.
Meski mereka tidak membawa makanan dan minuman dari rumah, mereka harus tetap membawa tempat makan dan minum yang akan mereka gunakan ketika akan membeli jajanan di luar sekolah.
Baca Juga: Dishub Klaim Sudah Tertibkan Parkir Liar di Jalan Protokol Kota Cilegon, Yuki Dicek Kenyataanya?
“Jadi pas mereka jajan tempat jajannya adalah tempat makan mereka yang mereka bawa jadi mereka tidak menciptakan sampah plastik,” kata Indra, Senin, 5 Desember 2022.
Indra mengatakan, kewajiban siswa untuk membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah berhasil menekan jumlah sampah yang dihasilkan oleh para siswa.
Selain itu kebiasaan ini juga mendorong siswa hidup lebih sehat karena mereka membawa sendiri makanan dan minuman dari rumah yang lebih higienis.
Selain itu, setiap kelas juga memiliki “polisi kelas” yang merupakan siswa di kelas itu, yang bertugas mengawasi kebersihan kelas bahkan mengawasi penggunaan sampah plastik oleh para siswa.
Baca Juga: LAZ Harfa Lebak Maknai Hari Relawan Internasional dengan Semangat Berbagi
Dengan cara ini, sesama siswa akan saling mengingatkan untuk tidak menghasilkan sampah plastik.
Indra mengatakan, sebelum ada program ini setiap kelas memiliki tong sampah dan ketika jam istirahat maka tong sampah tersebut akan penuh dengan sampah.
Namun setelah ada program ini sampah menjadi berkurang bahkan saat ini sekolah hanya memiliki 3 tong sampah.
Kepala SD Negeri 20 Kota Serang Murnawati mengatakan, kunci keberhasilan dalam menekan penggunaan sampah ini karena ada kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan pihak lain.
Baca Juga: Ini Aturan yang Tak Boleh Dilanggar di Pura Mangkunegaran, Saat Pesta Pernikahan Kaesang dan Erina
Guna mengurangi botol air mineral, sekolah juga menyediakan air galon di setiap kelas sehingga siswa bisa minum air atau mengisi botol mereka tanpa harus membeli air minum kemasan.
Dari sisi kesehatan, Murnawati juga melihat ada peningkatan. Bila sebelumnya banyak siswa yang sering izin tidak sekolah karena alasan kesehatan, misalkan sakit radang tenggorokan, batuk, dan lain-lain yang disebabkan oleh jajajan tidak sehat, kini siswa mulai jarang sakit.
Karena itu, dia berencana meneruskan kebiasaan baik ini. Apalagi, para orang tua siswa juga mendukung program ini.
“Sekarang sekolah kami juga jauh lebih hijau dan tertata rapi setelah ikut program Adiwiyata,” katanya.
Baca Juga: Usia Undangan Berwarna Coklat Bocor, Ini Gelar Calon Mertua Kaesang
Setelah sekolahnya dinilai, Murnawati berharap sekolahnya akan menjadi salah satu sekolah terpilih mewakili penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi Banten. (***)



















