BANTENRAYA.COM – Walikota Serang Syafrudin mengklaim Pemkot dan DPRD Kota Serang telah memberikan perhatian yang sangat besar untuk kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan di Kota Serang.
Pernyataan ini disampaikan Walikota Serang usai menghadiri acara peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-77 dan Hari Guru Nasional di Hotel Dewiza, Kota Serang, Jumat 25 November 2022.
“Semua keinginan dari PGRI itu mayoritas tidak ada yang di-delete, dan tidak ada yang dicoret,” ujar Walikota Serang Syafrudin kepada Bantenraya.com.
“Karena baik legislatif maupun eksekutif, semuanya mendukung, karena demi pendidikan yang ada di Kota Serang,” katanya.
Ia membeberkan, perhatian Pemkot Serang untuk guru antara lain, pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK sejak tahun 2019 hingga 2022.
Tahun 2019 tercatat ada 199 guru honorer diangkat jadi PPPK, kemudian tahun 2021 kembali mengangkat sekitar 300 tenaga honorer guru menjadi PPPK, dan tahun 2022 sebanyak 1.465 guru honorer diakomodir untuk menjadi PPPK.
Baca Juga: Kandaskan The Dragon Wales, Iran Jaga Kans ke Fase 16 Besar Piala Dunia 2022
“Jadi mudah-mudahan dengan diakomodir 1.465 ini mudah-mudahan kedepan tinggal sedikit lagi. Paling kekurangannya tinggal 1.000 lebih,” beber Syafrudin.
Tak hanya itu, lanjut Syafrudin, Pemkot Serang pun berencana tahun depan kembali menambah honor daerah atau Honda untuk guru honorer se Kota Serang.
“Setiap tahun ada peningkatan, dan tahun 2023 juga ada peningkatan sekalipun tidak besar Rp50.000, tadinya Rp 250.000 per bulan, jadi Rp300.000 per bulan,” katanya.
Baca Juga: RESMI! Mayora Buka Lowongan Kerja untuk 8 Posisi, Segera Kirimkan CV Terbaikmu
Syafrudin pun meminta para guru terus meningkatkan kompetensinya.
Peningkatan kompetensi guru ini sangat penting untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas.
Syafrudin mengatakan, kompetensi guru perlu ditingkatkan agar peserta didik berkualitas.
Baca Juga: Kerjaan Rumah Ini Paling Disukai Sisca Kohl, Netizen Banjiri Pujian Untuk Istri Jess No Limit
“Harapan Pemerintah Kota Serang untuk terus meningkatkan kualitas, terutama dari para pendidik, karena kualitas dari para pendidik itu akan menghasilkan juga anak-anak didik yang berkualitas,” ujarnya. ***



















