BANTENRAYA.COM – Jalan cerita Preman Pensiun 7 semakin menarik untuk diikuti, dan kini masuk episode 18B.
Bagaimana tidak, Cecep, Ujang, dan Murad dalam Preman Pensiun 7 episode 18B secara resmi telah mendapat komando dari Muslihat.
Tidak lain untuk langsung melawan bang Edi yang menjadi biang kerok di pasar, jalan dan di terminal.
Baca Juga: Suporter Saudi Arabia Enggan Diwawancarai Reporter Israel di Piala Dunia 2022, Bahkan Mengusirnya
Bagi kamu yang ketinggalan alurnya, artikel ini menyajikan perjalanan cerita Preman Pensiun 7 episode 18B yang bersumber pada RCTI Plus.
Murad, Cecep dan Ujang atau yang lebih dikenal trio MCU tengah berkumpul untuk membahas perlawanan ke bang Edi setelah ia mendapat restu dari bapaknya Safira.
Cecep sempat menelpon Bubun untuk meminta informasi bagaimana bisa bertemu dengan bang Edi.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 25 November Libur atau Tidak? Cek Info Terbaru dan Kumpulan Ucapan Menyentuh
Tetapi informasi dari Bubun dirasa kurang, Cececp akhirnya meminta saran ke Murad.
Namun paman dari Taslim itu enggan dimintai pendapat karena dirinya pusing jika diajak berfikir.
Beralih ke Ujang, ia menyarankan ke Cecep kalau ingin mengatahui informasi soal bang Edi bisa lewat Agus dan Yayat.
Tetapi Cecep sendiri kurang setuju, karena urusan Agus dan Yayat biarkan ditangani oleh yang lebih muda yang diterminal, pasar, dan jalan.
Untuk posisi Agus dan Yayat kini tengah nunggu anak buahnya yang akan setoran uanga keamanan.
Tetapi dari Agus dan Yayat meminta seluruh anak buahnya untuk pindah tempat saat setoran. Karena menurut kedua anak buah bang Edi itu di tempat yang lama ada jin (Murad).
Baca Juga: Profil dan Biodata 3 Pemain Weak Hero Class 1 Lengkap dengan Umur, dan Akun Instagram
Agus dan Yayat meminta anak buahnya setoran lebih awal karena Yayat sendiri membutuhkan uang tersebut untuk memberikan tanda jadi ke bengkel soal motornya yang harus dibenerin akibat dibanting oleh Murad.
Sesampainya di bengkel, montir dari motor Yayat kaget karena menerima uang dp dalam bentuk recehan yang tidak lain merupakan hasil setoran keamanan pedagang kaki lima.
Ditempat berbeda memperlihatkan Saep tengah bareng dengan Adelia. Adelia hari itu pertama kali langsung menjadi eksekutor copet setelah cukup lama dibekali pengarahan sama Saep tentang mencopet yang aman.
Baca Juga: Alasan Dampak di Cianjur Begitu Parah? Benarkah Bermula dari Aktivitas di Sesar Cimandiri
Kini ia berhasil mencopet penumpang angkot disebelahnya, tetapi terlihat perasaan bersalah muncul dalam gadis cantik itu sehingga raut muka tak bahagia nampak jelas pada Adelia dan karena itu Saep bertanya kepada mahasiswinya yang dianggap tidak senang atas keberhasilannya mencopet.
Rasa penyesalan dan ingin keluar dari lingkaran Saep terus menggebu, akhirnya Adelia menelpon Roy selaku sahabatnya untuk meminta bantuan akan masalahnya itu.
Singkat cerita Adelia telah bertemu dengan Roy, disitu anak buah Saep menceritkan permasalahan yang menggelutnya. Sempat kaget dengan identitas asli Adelia, namun karena sahabatan sudah lama Roy hanya terdiam lemas.
Salah satu scene lucu muncul pada mertua kang Mus, diceritakan nenek dari Safira tengah lari pagi menyusuri pedagang kaki lima di jalan dekat rumahnya.
Waktu di pertengahan larinya, mertua kang Mus melihat penjual nasi kuning dan ia mampir ke sana untuk sarapan pagi.
Setelah sarapan teringat bahwa mertuanya kang Mus tidak membawa uang untuk membayar nasi kuning yang telah disantapnya, alhasil ia menelpon anaknya yaitu ceu Esih untuk diantarkan duit demi membayar sarapan paginya ke pedagang nasi kuning.
Baca Juga: Bukayo Saka Yang Jadi Pemain Bintang Laga Semalam Melawan Iran.
Balik lagi ke Cecep, waktu dalam perjlanan ia sempat berhenti untuk menelpon Iwan dan meminta tolong dicarikan informasi bang Edi lewat Agus dan Yayat dengan diantarkan Didu.
Karena hanya Didu yang bisa mengantarkan Iwan menemui Agus dan Yayat sebab sebelumnya ia pernah bergabung sebagai anak buah dari kaki tangan bang Edi itu waktu menjadi juru parkir di jalan.
Singkatnya Iwan dan Didu telah sampai di tempat yang biasa dikunjungi Agus dan Yayat. Namun Agus dan Yayat tak terlihat di sana sehingga Iwan menyuruh Didu untuk menelpon kedua anak buah bang Edi itu.
Baca Juga: Cuma Main Game Dapat Saldo Gopay Rp200 Ribu Gratis Buat Jajan!
Namun kedua anak buah bang Edi yang kini tengah dicari ternyata sudah mengganti nomor hp sehingga sulit dihungi. Iwan menyuruh lagi ke Didu untuk mengontak anak buah Yayat dan Agus.
Ditengah perbincangan telepon Didu dengan anak buah Agus dan Yayat didapati bahwa mereka tidak mau membagikan kontak dari Agus dan Yayat kepada Didu karena sudah bersumpah.
Sekian perjalanan sinetron Preman Pensiun 7 episode 18B yang telah tayang tadi malam.***



















