BANTENRAYA.COM – Jalan Frontage dekat perlintasan rel kereta api diuruk ratusan warga Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu 19 November 2022.
Pengurugan Jalan Frontage dilakukan untuk menyambungkan jalan tersebut, agar bisa dilalui mobil, sehingga bisa mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Terowongan Terondol, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang.
Pengurugan Jalan Frontage ini juga sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah, lantaran sudah bertahun-tahun rencana penyambungan jalan frontage hingga kini tak kunjung disambungkan.
Ketua RW 16 Taman Banten Lestari atau TBL, Wijaya Fasa mengatakan, warga Kelurahan Unyur merasa tidak diakui oleh pemerintah bila Jalan Frontage tidak disambungkan.
Baca Juga: Spoiler Preman Pensiun 7 Episode 17B Malam Ini: Yayat Dikacangin Bang Edi, Taslim Keok 4 Lawan 1
“Sampai dibuka untuk umum. Baru ratusan ribu warga kami merasa puas dan diakui negara,” ujar Wijaya Fasa, kepada Bantenraya.com.
Pengurukan akan terus dilakukan hingga ada keputusan dari Kementerian Perhubungan atau Kemenhub RI.
“Kata Jokowi kan kerja kerja kerja, oleh karena itu kami tidak akan tinggal diam. Dan terus mendorong ini agar terealisasi,” sambungnya.
Wijaya Fasa mengatakan, warganya sangat membutuhkan Jalan Frontage untuk akses transportasi. Warga yang melintasi jalan frontage ini ada tiga perumahan dan tiga lingkungan.
“Sambungkan frontage, kami butuh frontage,” katanya.
Wijaya Fasa mengatakan, dengan adanya aksi damai pengurukan Jalan Frontage warganya semua antusias.
“Semua bahu membahu menguruk jalan frontage, suport dana, suport material, suport tenaga, suport pikiran, suport makanan dan minuman, semuanya dari masyarakat,” ucap dia.
Wijaya Fasa merasa pemerintah terkesan pilih kasih terhadap warga yang tinggal di sepanjang Jalan Frontage, karena diperlakukan tidak adil.
Perlakukan tidak adil itu, kata dia, warga Perumahan Soul City difasilitasi oleh pemerintah dengan dibuatkan akses jalan masuk ke perumahannya.
“Logikanya kita tiga perumahan dan tiga lingkungan, jalan frontage sudah dibangun oleh pemerintah ini sekitar Rp 4 miliar lebih tidak disambungkan,” ungkap dia.
“Soul City bisa disambungkan untuk kendaraan mobil. Kemarin dipatok PT KAI kenapa di sana gak dipatok, ini terlalu ini. Kalau mau di sana dipatok juga. Baru jelas. Atau berikan juga kami jalan,” imbuhnya.
Wijaya Fasa menerangkan, pengurukan jalan frontage ini dapat menyambungkan dua akses yang terputus.
Bila jalan frontage tersambung, maka bisa mengurai kemacetan yang terjadi di Terowongan Terondol.
Baca Juga: Spoiler Tajwid Cinta Episode 13 Hari Ini: Dafri dan Alina Tunangan, Bagaimana Nasib Syifa?
Wijaya Fasa sangat berharap Jalan Frontage segera tersambung, sehingga bisa dilalui oleh mobil.
“Nah itulah yang kita harapkan sekali ini tersambung. Karena ini bisa mengurai kemacetan,” katanya.
Selama ini warga sepanjang jalur frontage harus melalui Terowongan Trondol bila hendak ke Kota Cilegon atau sebaliknya.
“Semua lewat terowongan. Kalau akses ini dibuka alhamdulilah bisa mengurai kemacetan,” terang Wijaya Fasa.
Selama pengurukan jalan frontage tetap dibuka untuk pengendara sepeda motor.
“Namanya aksi damai kita tidak pernah menutup jalan. Jalan ini tetap dibuka. Biar pada tahu karena warga sangat membutuhkan frontage,” kata dia.
Warganya, kata Wijaya Fasa menuntut pihak MMS dan Astra untuk melebarkan Terowongan Terondol. Itu dilakukan agar dapat mengurai kemacetan.
Baca Juga: Series Jingga dan Senja 2 Episode 4 Kapan Tayang? Ini Jadwal Tayang hingga Tamat
“Kami mendambakan kenyamanan, kami mendambakan kesejahteraan, kami juga menuntut MMS dan Astra untuk meninggikan dan melebarkan Terowongan Terondol,” ungkap dia. ***

















