BANTENRAYA.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menggelar pelatihan kepemanduan balawista/lifeguard.
Pelatihan ini diikuti 40 peserta yaitu para pemandu balawista yang tersebar di Kabupaten Pandeglang. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 17 s.d. 19 November 2022, bertempat di Hotel Wira Carita, Sukajadi, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Pariwisata, Dra. Hj. Neneng Nuraeni, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan para pemandu balawisata.
“Saya membaca berita di Koran Banten Raya kemarin tanggal 16 November 2022 yang isinya tentang kecelakaan di pantai Carita yang menewaskan seorang pelajar SMPN 1 Banjar. Oleh karena itu, dengan pelatihan ini semoga menjadi salah satu solusi tidak terjadi lagi kecelakaan sejenis. Maksudnya, bahwa kehadiran pemandu balawista sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke wisata tirta,” Neneng menandaskan.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maman Rukmana, selaku ketua panitia penyelengara menyampaikan bahwa diadakannya pelatihan kepemanduan balawista/lifeguard bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pemandu balawista/lifeguard agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Para pemandu balawista perlu dibekali dengan pelatihan semacam ini agar mengetahui dan memahami pengelolaan dan penanganan pencegahan kecelakaan, selain itu agar mereka dapat melakukan petolongan pada saat terjadi kecelakaan”, ujar Maman.
Seperti diketahui dalam pelatihan ini, panitia menghadirkan para pelatih dan asisten pelatih dari Asosiasi Balawista Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang untuk membimbing peserta dari mulai teori sampai praktik.
Beberapa materi yang disampaikan dari mulai berenang dan teknik berenang 400 meter, water survive plooting, emergency management system and signal rescue, swim technic combination, duck dive with weight, general life saving, CPR and medical dan materi terkait lainnya.
Kegiatan lainnya juga diadakan diskusi-diskusi antara peserta dan pelatih pada malam hari. Beberapa materi teori seperti penyelenggaraan kegiatan wisata tirta pada masa penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) juga disampaikan oleh instruktur.
Salah seorang instruktur, yang merupakan Ketua Balawista Kabupaten Pandeglang, Muhlas Halim, menjelaskan bahwa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan kepariwisataan tirta di Kabupaten Pandeglang, dan lebih luas akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah. Semakin banyak pemandu yang dilatih, itu akan berdampak terhadap lapangan pekerjaan balawista. Pekerjaan balawista sebenarnya lebih banyak bersifat relawan, tetapi tidak mungkin ke depannya menjadi sebuah lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Belum lagi Pandeglang merupakan kabupaten yang memiliki garis pantai yang sangat panjang, kebutuhan akan tenaga balawista tentu sangat banyak, belum lagi wisata tirta lainnya”.
Demikian yang diungkapkan Muhlas. Terhadap kabar meninggalnya seorang siswa SMPN 1 Banjar di pantai Belmont Carita Pandeglang, Muhlas berpesan agar setiap pengunjung pantai memastikan dulu pihak pengelolanya, karena kalau pantai tersebut dikelola dipastikan ada petugas balawistanya.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan, pihak panitia berharap semua peserta menguasai penyelamatan dan penanganan korban, pertolongan pada korban tenggelam, penanganan kegawatdaruratan dan tindak lanjut pertolongan korban, panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam berwisata tirta, evaluasi data kegiatan pelaksanaan penanganan pengamanan dan penyelamatan pada daya tarik wisata tirta, mengelola keluhan, saran, dan pujian terhadap pelaksanaan kegiatan kepemanduan keselamatan. Harapan lainnya ke depan, wistawan yang berkunjung ke Pandeglang terutama wisata tirta menjadi lebih aman dan merasa terlindungi. ***

















