BANTENRAYA.COM – Penyakit kencing tikus atau Leptospirosis menjadi salah sati penyakit yang rawan menyerang saat musim hujan dan banjir.
Bahkan sejumlah daerah saat ini telah melaporkan sejumlah warga yang terkonfirmasi terkena penyakit kencing tikus.
Lalu sebenarnya apa itu penyakit kencing tikus? Berikut penjelasannya yang telah dirangkum oleh Bantenraya.com.
Baca Juga: 3 Daerah di Banten Zona Oranye Covid-19, Sebagian Penderita Miliki Gejala Tak Umum
Dikutip dari laman dinkes.kalbarprov.go.id, penyakit kencing tikus menjadi salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus.
Melalui media kencing tikus terdapat bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir.
Proses masuknya bakteri tersebut biasanya terjadi saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Jordi Amat Ternyata Berdarah Makassar dan Sandy Walsh Berdarah Purworejo
Jika sudah terinfeksi bakteri yang ada lewat kencing tikus tersebut, biasa penderita akan mengalami sejumlah gejala diantaranya:
– Demam Mendadak
– Lemah
Baca Juga: Kecantikan Istri Presiden Korea Selatan Jadi Sorotan Warga Indonesia, Air Liur Jangan Sampai Menetes
– Mata merah
– Kekuningan pada kulit
– Sakit kepala
– Nyeri otot betis
Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Lagu ‘Run’ BTS yang Trending di YouTube
Pencegahan
Jika memang tak bisa menghindari kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan berlumpur, ada baiknya untuk memperhatikan sejumlah hal.
1. Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan
2. Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.
Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila timbul gejala Leptospirosis seperti yang telah disebutkan di atas.
Pemeriksaan dilakukan agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari para petugas kesehatan. ***

















