BANTENRAYA.COM – Ajang Piala Dunia 2022 akan diselenggarakan di Qatar, dan pemerintah tegas tidak ada unsur Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Ketegasan Qatar tidak ada LGBT selama Piala Dunia 2022 berlangsung, ternyata dapat kritik dari beberapa pihak.
Beberapa negara peserta Piala Dunia 2022 juga ikut kritik atas ketegasan Qatar mengenai tidak ada unsur LGBT.
Piala Dunia merupakan ajang sepak bola bergensi, karena diikuti oleh beberapa negara di dunia, dan diselenggarakan empat tahun sekali.
Kini Qatar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 2022, akan dimulai pada 20 November sampai 18 Desember mendatang.
Menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar, muncul kontroversi antara pihak penyelenggara, peserta, dan pendukung.
Baca Juga: HARI TERAKHIR! Katalog Promo JSM Alfamart 11-13 November 2022, Belanja Banyak Harga Hemat
Sebagaiamana dikutip Bantenraya.com dari akun TikTok @sejarahbola_ pada 13 November 2022, kontrovesi muncul karena LGBT.
Pihak Qatar benar-benar tegas, bahwa tidak ada unsur LGBT selama Piala Dunia 2022 berlangsung.
Qatar tidak akan bertoleransi dengan apapun yang berhubungan dengan LGBT, dari simbol maupun kampanye. Juga akan ditindak jika ada unsur yang muncul di stadion.
Baca Juga: Kerabat Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Ragu Jika Penyebab Meninggal adalah Kelaparan
Pernyataan tersebut menuai banyak kritik dari beberapa pihak, antara lain penggiat HAM, negara peserta, hingga pendukung atau suporter.
Negara peserta pertama yang kritik Qatar adalah Inggris, mereka menyuarakan kebebasan LGBT.
Pemain sepak bola Leon Goretza ikut kritik Qatar tentang LGBT, karena dianggap pemikiran kolot atau tua.
Baca Juga: Jangan Kaget, Segini Uang yang Dihabiskan Para Artis unuk Belanja di Online Shop
Josh Cavallo anggota timnas Australia juga mengaku takut bermain di Qatar, karena dirinya adalah gay.
Sekian informasi mengenai Qatar tegas tidak ada unsur LGBT selama Piala Dunia 2022 berlangsung.***

















