BANTENRAYA.COM – Disney baru saja memperkenalkan karakter perempuan plus size pertama dalam film Reflect.
Film animasi pendek yang berjudul Reflect ini adalah sinema yang menceritakan mengenai perjuangan seorang penari balet.
Dilansir Bantenraya.com dari The Guardian, film Reflect akhirnya dirilis sebagai cara untuk mengatasi dismorfia tubuh atau keraguan atas diri sendiri.
Baca Juga: Daftar Film Bioskop November 2022, Ada Sri Asih hingga Black Panther
Langkah Disney dalam memulai debut karakter perempuan protagonis dengan ukuran tubuh plus mendapat banyak apresiasi dari khalayak.
Mereka memuji karena Disney berani membuat film yang mengatasi keraguan diri dan mengekplorasi kepositifan tubuh.
Animasi yang berdurasi enam menit ini berkisah tentang seorang penari balet muda bernama Bianca.
Baca Juga: Cek Kalender Bulan November 2022, ada 19 Hari Nasional dan 27 Internasional yang Harus Kamu Tahu
Dia harus berusaha untuk melawan bayangan mengenai dirinya, mencoba mengatasi segala keraguan dan ketakutan untuk tetap kuat.
Rupanya sinema ini menjadi bagian dari seri film eksperimental Sirkuit Pendek Disney, yang telah dirilis melalui layanan streaming Disney+ bulan lalu.
Artis selaku sutradara animasi Disney Hillary Bradfield, yang juga membuat animasi Encanto dan Frozen II, berharap supaya penonton lebih positif tentang bagaimana pun penampilan mereka.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 7 Episode 9 A: Malam ini Saep Gagal Nyopet, Yayat Duel dengan Didu
“Terkadang kamu mesti pergi ke tempat yang gelap untuk sampai ke tempat yang baik. Dan itu membuat tempat yang bagus menjadi jauh lebih indah,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Pada klip yang dibagikan oleh Disney, dapat dilihat Bianca sedang berdiri di depan cermin sembari mengenakan busana balet.
Bayangan gadis itu terpantul di kaca memberikan senyuman sebagai penanda kepercayaan diri, kemudian dia menari dengan lincahnya.
Baca Juga: Tinggal Klik! Link Pendaftran dan Jadwal Rekrutmen PPPK Guru 2022 dari Mendaftar Hingga Penetapan NI
Banyak yang tertarik dengan film Reflect ini karena adanya perbedaan dari Disney yang biasanya selalu identik menggambarkan princess.
Diketahui, Disney tengah berusaha untuk mengubah citra publik yang seakan menetapkan standar cantik dengan tokoh kulit putih dan kurus.
Pada tahun 2020, perusahaan telah memperkenalkan inisiatif Stories Matter.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 7 pada 1 November 2022, Kang Saep Gagal Nyopet Karena Salah Angkot
Mereka berjanji untuk menjadi lebih inklusif dan konsultatif, akan merilis lebih banyak konten yang menampilkan karakter beragam dan menangani rasisme dan seksisme dalam ceritanya.***



















