BANTENRAYA.COM – Fenomena astronomis yakni Gerhana Bulan Total bakal terjadi pada 8 November 2022.
Terkait Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 8 November 2022 telah diumumkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (LAPAN RI).
Dikutip Bantenraya.com dari laman LAPAN RI, Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 8 November 2022 ini disebabkan konfigurasi konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari berada pada satu garis yang lurus.
Baca Juga: Keren! Pemudi Ini Wakili Banten Bacakan Manifesto Sumpah Pemuda ke-94 di IKN
“Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan,” tulis laman situs LAPAN RI, dilihat pada Selasa, 1 November 2022.
Peneliti Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Andi Pangerang menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total terjadi pada fase Bulan Purnama.
Namun, menurut Andi Pangerang pula, tidak semua Bulan Purnama bisa mengalami Gerhana Bulan Total.
Baca Juga: Saba Budaya Baduy Juara Harapan Satu ADWI 2022
“Hal ini dikarenakan orbit Bulan yang miring 5,1° terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar berkonfigurasi dengan Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus,” ujar Andi Pangerang.
“Sehingga, Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika Purnama,” sambungnya.
LAPAN RI telah merilis durasi waktu dan wilayah untuk dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 8 November 2022, mendatang.
Baca Juga: Tak Hanya Kekuatan Alami, Pasukan Topi Jerami Dapatkan Kekuatan Baru Berkat Sains di Pulau Egghead
Untuk durasi Gerhana Bulan Total, sebagaimana yang dirilis LAPAN RI yaitu durasi total selama 1 jam 24 menit 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam 39 menit 50 detik.
Adapun untuk daftar wilayah untuk mengamati Gerhana Bulan Total pada 8 November 2022 adalah sebagai berikut, dilansir dari situs LAPAN RI.
1. Awal Penumbra (P1)
15.02.17 WIB/16.02.17 WITA/17.02.17 WIT: Seluruh Indonesia TIDAK DAPAT TERAMATI.
Baca Juga: Pada Malam Hari Gelap Gulita, Wisatawan Anyer-Cinangka Takut Keluar Malam
2. Awal Sebagian (U1)
16.09.12 WIB/17.09.12 WITA/18.09.12 WIT: Papua, Papua Barat, P. Seram, P. Halmahera, Kep. Aru, Kep. Kai, Kep. Tanimbar.
3. Awal Total (U2)
17.16.39 WIB/18.16.39 WITA/19.16.39 WIT: Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi NTT, NTB, Bali, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kapuas Hulu.
4. Puncak Gerhana
18.00.22 WIB/19.00.22 WITA/20.00.22 WIT: Seluruh Indonesia kecuali Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Akan Berlangsung 8 November 202
5. Akhir Total (U3)
18.41.37 WIB/19.41.37 WITA/20.41.37 WIB: Seluruh Indonesia DAPAT TERAMATI.
6. Akhir Sebagian (U4)
19.49.03 WIB/20.49.03 WITA/21.49.03 WIT: Seluruh Indonesia DAPAT TERAMATI.
7. Akhir Penumbra (P4)
20.56.08 WIB/21.56.08 WITA/22.56.08 WIT: Seluruh Indonesia DAPAT TERAMATI.
Baca Juga: DPUPR Kota Serang Ajukan Lahan Seluas 4.500 Hektare Keluar LSD
Sementara itu, LAPAN RI juga membagikan informasi tentang waktu terjadinya Gerhana Bulan Total berikutnya.
“Gerhana Bulan Total yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, Malam Tahun Baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032 dan 18 Oktober 2032,” tandas LAPAN RI.***















