BANTENRAYA.COM – Penyakit gagal ginjal akut yang menyerang usia anak-anak saat ini menjadi momok bagi para orangtua.
Banyak info yang beredar, kemunculan gagal ginjal akut diduga disebabkan penggunaan paracetamol sirup.
Hal tersebut mengacu dari kejadian gagal ginjal yang menyerang anak-anak di Gambia akibat obat sirup paracetamol yang terkontaminasi dietilen glikol dan etilen glikol.
Baca Juga: Kepala Berasa Berasap Hingga Ingin Keluarkan Tanduk, Baca Doa Ini Ketika Sedang Marah
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Syahril mengungkapkan, hingga kini masih terus dilakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gagal ginjal akut pada anak.
Meski begitu, upaya penelusuran kasus gagal ginjal akut terus dilakukan Kemenkes dengan menggandeng para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.
Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 7 Episode 3 Taslim dalam Bahaya, Saep Bujuk Remon Jadi Copet
Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.
”Saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat,” ujarnya dikutip Bantenraya.com dari laman Kemkes.go.id, Rabu 18 Oktober 2022.
“Tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk RS,” katanya.
“Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya,” ungkap dr Syahril.
Sembari menunggu hasil investigasi lanjutan, dr Syahril menyebutkan telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hal itu untuk mengantisipasi merebaknya gagal ginjal pada anak dengan aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada gagal ginjal akut pada anak.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 7 Episode 3, 19 Oktober 2022: Saep Ajak Nyopet Remon, Pasar jadi Kacau
Lebih lanjut, sebagai bentuk kewaspadaan dini, Kemenkes meminta masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak usia 0-18 tahun untuk aktif melakukan pemantauan umum dan gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut.
Seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.
”Gagal ginjal akut pada anak ini memiliki gejala yang khas yakni penurunan volume urin secara tiba-tiba,” katanya.
“Bila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” imbau dr. Syahril. ***



















