BANTENRAYA.COM – Artikel ini memuat doa pengusir jin dan setan yang diajarkan malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.
Manusia pada dasarnya di dunia ini hidup berdampingan dengan mahluk ghaib yakni jin dan setan.
Dalam kehdiupan sehari-hari terkadang kita melewati tempat yang angker yang buat bulu kuduk berdiri.
Ada pula kita menemukan tempat seperti di rumah, kantor, sekolah yang jarang dikujungi sehingga kita merasakan keberadaan mahluk halus yang mengikuti.
Rasa was-was dengan mahluk astral terkadang meneyelimuti diri, namun anda tak perlu khawatir karena sebagai seorang Muslim tentunya mempunyai senjata yang utama yakni doa.
Dengan berdoa kepada Allah memohon perlindungan dari-Nya maka segala niat setan dan jin yang ingin menggangu akan sirna seketika.
Dalam artikel ini terdapat doa pengusir jin dan setan yang diajarkan Malaikat Jibril pada Rasulluah SAW ketika Nabi dalam perjanalan Isra Miraj digangu oleh jin ifrit.
Doa ini dapat dibacakan ketika orang lain atau diri sendiri tengah merasa diganggu oleh jin, seperti kesurupan, cemas, malas ibadah, rasa keatakutan dan lain-lain.
Berikut doa pengusir jin dan setan yang diajarkan malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, dikutip Bantenraya.com dari NU Online.
Baca Juga: Tak Ingin Ada Warga Binaannya Tak Makan, Babinsa Ini Rutin Sisihkan Uang Gaji untuk Beli Beras
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ.
A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wamin syarri thawâriqil-laili, wamin syarri kulli thârinin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.
Artinya: Aku berlindung dengan dzat Allah yang maha mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang maha penyayang.
Baca Juga: Tak Ingin Ada Warga Binaannya Tak Makan, Babinsa Ini Rutin Sisihkan Uang Gaji untuk Beli Beras
Sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Mas‘ud, pada malam itu, Nabi saw. didatangi jin Ifrit yang membawa obor api di tangannya. Ada pula yang berpendapat bahwa Nabi saw. didatangi jin Ifrit pada malam isra-mi’raj.
Kala itu, beliau kemudian membaca ayat-ayat Al-Quran. Namun, tak ada reaksi apa-apa kecuali jin itu semakin mendekat.
Maka malaikat Jibril menawarkan kepadanya, “Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya, maka ia akan jatuh tersungkur dan obornya akan mati?” (HR. Malik, an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan yang lain).
Kemudian malaikat mengajarkan beberapa kalimat. Setelah Nabi saw. membacanya, jin Ifrit itu langsung tersungkur dan obornya pun padam.***


















