BANTENRAYA.COM – Kapolri Jendetal Listyo Sigit Prabowo copot AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya sebagai Kapolres Malang, Senin, 3 Oktober 2022.
Kapolres Malang dicopot buntut jadi peristiwa nahas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022.
Pasca dicopot sebagai Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat kini dipindahtugaskan sebagai Pamen SDM Polri.
Baca Juga: Jangan Sembarangan! ini Arti Kode 03031 yang Viral di TikTok, Begini Penjelasannya
Posisi AKBP ferli selanjutnya diisi oleh AKBP Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Malang yang baru.
Seperti yang dikutip Bantenraya.com dari PMJ News, keputusan tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
“Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang, AKBP Firli Hidayat,” ujarnya, Senin 3 Oktober 2022.
Baca Juga: Kasus Campak di Kabupaten Serang Terus Meluas, Segini Jumlahnya
“AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya,” Sambungnya.
Buntut dari tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC vs Persebaya juga berdampak pula pada anggota Polri lain.
Kurang lebih ada 18 orang personel dari Polri yang ikut menjalani pemeriksaan atas tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan nyawa.
“Tim dari pemeriksa Bareksrim secara internal dari Itsus dan Propam melakukan pemeriksaan anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan,” ungkap Dedi.
“18 orang anggota yang bertanggung jawab atau operator senjata pelontar didalami Itsus dan Propam,” tuturnya.
Prosedur pengamanan jalannya pertandingan juga tak luput dari pemeriksaan dan pendalaman yang akan dilakukan oleh tim Itsus bersama Propam.
“Juga mendalami terkait masalah manajerial pengamanan, mulai pangkat perwira (pertama) sampai pamen,” ujarnya.
Diketahui, pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022 perhelatan sepakbola Liga 1 digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang mempertemukan Persebaya Surabaya sebagai tamu dan Arema FC selaku tuan rumah.
Selama jalannya pertandingan berjalan lancar, namun dari tuan rumah mengalami kekalahan dengan hasil tipis 2-3 dari tim tamu.
Hal itu membuat para suporter Arema ricuh dan turun ke lapangan untuk menemui para pemain dan pelatih kedua tim.
Atas kericuhan yang terjadi membuat aparat bertindak dengan mengeluarkan gas air mata sehingga membuat para suporter berhamburan yang alhasil bedesak-desakan saat menuju jalan keluar.
Fans Persebaya Surabaya sendiri dalam laga tersebut dilarang untuk hadir untuk meminimalisir kerusuhan antar kedua suporter. ***


















