Kasus Campak di Kabupaten Serang Terus Meluas, Segini Jumlahnya

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:12 WIB
Pegawai Dinkes Kabupaten Serang memberikan pengobatan terhadap anak yang terkena campak di Kecamatan Tirtyasa, pekan kemarin. (Tanjung/Bantenraya)
Pegawai Dinkes Kabupaten Serang memberikan pengobatan terhadap anak yang terkena campak di Kecamatan Tirtyasa, pekan kemarin. (Tanjung/Bantenraya)

 

BANTENRAYA.COM - Kasus campak di Kabupaten Serang terus meluas dan sudah ditemukan di empat kecamatan dari yang sebelumnya hanya di dua kecamatan yakni Kecamatan Tirtayasa dan Kecamatan Padarincang. Penderita campak mayoritas didominasi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dan imunisasi lengkap.

Kepala Seksi (Kasi) Surveilans, Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Yeni Handayani mengatakan, untuk kasus difteri saat ini sudah denggak ada lagi namun untuk kasus campak masih ditemukan di empat kecamatan yaitu Kecamatan Tirtayasa, Kecamatan Padarincang, Kecamatan Binuang, dan Kecamatan Jawilan.

"Untuk kasus difteri kita sudah enggak ada, tapi kalau campak memang sedang berlangsung, sampai dengan saat ini untuk di Tirtayasa ada 49 kasus di Desa Sujung dan Desa Samparwadi, terus di Padarincang sampai hari ini kita menemukan 38 kasus di Desa Batukuwung," ujar Yeni, Senin 3 Oktober 2022.

Baca Juga: Luput dari Perhatian Pejabat Setempat, Dinsos Data Janda Miskin di Bulakan Cilegon untuk Masuk DTKS

Untuk di Kecamatan Tirtayasa sebanyak 28 anak yang terkena campak tidak diimunisasi, 15 anak belum lengkap imunisasinya, dan delapan orang belum diketahui. "Rata-rata usia 1 tahun sampai 4 tahun. Untuk di Padarincang sama banyak yang belum diimunisasi, kasus terbanyaknya usia 1 tahun sampai 4 tahun dan 5 tahun sampai 9 tahun," ungkapnya.

Adapun penanganannya, Dinkes melalui puskesmas telah melakukan pengobatan dan memberikan vitamin A dosis tinggi untuk yang sudah terkena sebanyak dua tablet dan untuk populasi risikonya tinggi satu tablet. "Yang di Padarincang karena ada satu kampung yang menolak kita sudah melakukan pertemuan linta sektor dan akan melakukan pengobatan dan pemberian vitamin A," tuturnya.

Sedangkan untuk di Kecamatan Binuang ditemukan enam kasus dan di Kecamatan Jawilan lima kasus dan dinkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan melakukan outbreak response immunization (ORI). "Gejalanya ada demam, ruam disetai batuk pilek dan mata merah, masa inkubasinya antara tujuh sampai 15 hari tapi rata-rata 10 hari," paparnya.

Baca Juga: Miris 22 Tahun Provinsi Banten Berdiri, Warga Banten Masih Tidak Bahagia

Yeni mengimbau kepada orangtua untuk membawa anaknya ke puskesmas jika mengalami gejala campak untuk dilakukan pengobatan dan anaknya yang belum diimunisasi agar diberi imunisasi karena imunisasi paling efektif mencegah penularan penyakit seperti difteri, campak, dan tetanus. "Penularan penyakit campak sangat cepat," katanya.*

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Singo Edan Kehilangan Taringnya Didepan Juku Eja

Sabtu, 4 Februari 2023 | 18:50 WIB
X