Selasa, 17 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 17 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Kecamatan Labuan Canangkan Gerakan Bebas Sampah

Muhaemin Oleh: Muhaemin
3 Oktober 2022 | 16:39
Kecamatan Labuan Canangkan Gerakan Bebas Sampah

Eko Eko Supriatno (kanan) sebagai Inisiator Tadarus Sosial istimewa

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM– Tadarus Sosial melalui Rehabilitasi Pandeglang menyelenggarakan acara Focus Group Discussion dengan Tema ‘Sinergi Menuju Labuan Bebas Sampah’, di DM Café & Resto Labuan. Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Dalam acara yang dipandu Welly Zofie, hadir dalam acara tersebut Ace Janurji Camat Labuan, Kapt. Inf. Mane Danramil Labuan, Polsek Labuan dan Sopyan Hadi Kepala Desa Teluk Kecamatan Labuan, dan pejabat terkait serta diikuti segenap komunitas dan masyarakat pemerhati sampah.

Sebagai pemantik diskusi, menghadirkan narasumber Huluful Fahmi dari Founder Rumah Peradaban Banten dan Lukman Nulhakim aktivis Sosial dari Jakarta.

Eko Supriatno sebagai Inisiator Tadarus Sosial memulai pembukaan forum diskusi dengan memaparkan terkait tema yang akan di diskusikan yaitu terkait dengan proses dan tatakelola yang ideal dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Remon Lawan Kun dan Uhen, ini Spoiler Sinetron Preman Pensiun 6 Episode 32

“Diskusi bertujuan untuk menyamakan persepsi, mencari terobosan solusi tentang pengelolaan persampahan guna mewujudkan kondisi lingkungan Labuan yang bersih, sehat, indah dan asri”. Ujar Eko

“Sayangnya, isu sampah plastik ini belum menjadi isu yang populis. Isu ini belum menjadi mainstream di kalangan pembuat kebijakan. Para pemerintah daerah belum sepenuhnya menganggap isu ini seksi. Padahal, kalau ini tidak kita garap bersama-sama, maka hal yang sangat mengerikan akan terjadi tidak hanya dalam waktu yang panjang ke depan tetapi juga dalam waktu yang tidak terlalu lama.” Ujar Eko dalam paparannya.

Pemantik diskusi Huluful Fahmi dari Founder Rumah Peradaban Banten mengatakan bahwa sampah merupakan masalah lingkungan yang klasik di Labuan, terutama Labuan adalah daerah perkotaan yang tingkat intensitas buangan sampahnya paling tinggi.

“Persoalan sampah Labuan akan menjadi bom waktu, meledak menjadi bencana apabila terus dibiarkan. Sebagai wujud untuk terus berkomitmen makanya perlunya sebuah ‘gerakan’ dengan tema Permasalahan dan Solusi Pengelolaan Sampah Labuan. Karena, masalah sampah ini harus diselesaikan dari hulu ke hilir, tidak hanya bergantung ke pemerintah, tetapi masyarakat harus mampu berkomitmen untuk merubah budaya yang sudah ada.
Sehingga kota Labuan yang kita cintai ini bukan hanya maju, tapi juga bisa bersahabat dengan alam dan lingkungan.” Ujar Fahmi.

Baca Juga: Operasi Zebra 2022 Dimulai! Ini Hal yang Tidak Boleh Kamu Langgar atau Siap-siap Kena Denda Segini….

Huluful Fahmi mengatakan perlunya kolaborasi dan sinergi untuk ‘ubah sampah jadi cuan’

BACAJUGA:

Ramadhan

Sudah Diputuskan! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada 19 Februari 2026

17 Februari 2026 | 19:44
Pemain Persija Jakarta Mauro Zijlstra berebut bola saat duel lawan Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pekan lalu. (Instagram @persija)

Persija Jakarta Vs PSM Makassar, Ujian Konsistensi Macan Kemayoran di Kandang

17 Februari 2026 | 15:27
Hodak berjanji Persib Bandung tampilkan yang terbaik di GBLA. hadapi Ratchaburi. (persib.co.id)

Hadapi Ratchaburi FC di GBLA, Persib Bandung Bermodal Kekalahan Telak

17 Februari 2026 | 15:10
Negara Austria memberikan beasiswa untuk jenjang S3 melalui program Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP) 2026. (Freepik.com/ Wirestock)

Dosen Kemendiktisaintek Berpeluang Raih Beasiswa S3 IASP 2026 di Austria, Tunjangan Puluhan Juta

17 Februari 2026 | 13:54

“Perlu inovasi melakukan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial resmi terkait langkah-langkah penggunaan dan penukaran imbalan. Memberikan pemahaman baru kepada masyarakat bahwa tumpukan sampah plastik pasca konsumsi dapat dimanfaatkan kembali dan ditukar menjadi cuan yang bernilai ekonomi.” Ujar Fahmi.

“Kolaborasi ini tentu saja tidak hanya menggambarkan aksesibilitas dan kapabilitas inovasi yang semakin meningkat, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan di tengah gaya hidup digital yang menjadi preferensi saat ini,” tambah Fahmi.

Pengelolaan sampah plastik pasca konsumsi, khususnya yang dihasilkan rumah tangga, telah menjadi persoalan yang menyedot perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa waktu lalu Labuan selalu dikepung banjir. Banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Selain debit air hujan yang tinggi, banjir juga dipicu oleh aliran air yang tersumbat sampah, yang didominasi plastik, termasuk styrofoam, turunan dari plastik. Karena itu, sudah saatnya warga Labuan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai dengan mengelola sampah.

Pemantik diskusi Lukman Nulhakim Aktivis Sosial mengatakan bahwa persoalan sampah di Labuan bukan hanya soal gagasan tetapi juga harus aksi dan eksekusi.

Baca Juga: Operasi Zebra 2022 Dimulai! Ini Hal yang Tidak Boleh Kamu Langgar atau Siap-siap Kena Denda Segini….

Menurut Lukman Nulhakim, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah tersebut. “Pertama harus kendalikan sebanyak beberapa sungai yang melewati wilayah Labuan,” kata Lukman.

Lukman Nulhakim mencontohkan bahwa sungai sebaiknya jangan lagi dijadikan tempat untuk membuang sampah oleh masyarakat. Intinya, kata dia, jangan ada sampah baik organik maupun plastik yang masuk ke sungai.

Sedangkan yang kedua menurut Lukman adalah dengan mengintensifkan program pelarangan plastik sebagai alat untuk membawa barang. Kalaupun terpaksapara pengguna diwajibkan harus membayar.

“Namun harus ada program dari pemerintah juga, yang memberikan insentif kepada orang bahwa siapapun yang mengembalikan sampah plastik,” kata Lukman.

Sedangkan yang terakhir, menurut Lukman adalah pengendalian sampah juga bisa dilakukan lewat pembuatan waduk lepas pantai. Nantinya waduk ini bisa mencegah pencemaran sampah terutama di level hilir.

Baca Juga: Ketum Nasdem Usung Anies Baswedan Masuk Pilpres 2024, Apa Alasanya? Ini Penjelasannya

Sebab selama ini penanganan sampah di Banten terkhusus Labuan seringkali hanya mengandalkan pengerukan dan pembersihan sampah di bagian hilir dibandingkan hulu. Dengan membuat waduk ini, kata Lukman, nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya banjir rob di Labuan.

Fikri Jufri Founder Rehabilitasi Pandeglang mengatakan bahwa polemik sampah di kabupaten Pandeglang rupanya sudah menjadi permasalahan yang alot. Ternyata sebanyak ratusan ton sampah per harinya tidak terangkut ke tempat pembuangan khusus yang disiapkan pemerintah. Total sampah di Pandeglang itu bisa mencapai hampir Ratusan ton per hari. Sementara yang bisa dikelola hanya beberapa ton saja, berarti yang Ratusan ton ini tidak terangkut ke tempat pembuangan sampah. Ratusan ton sampah yang tak terangkut itu bisa saja selama ini mengendap di aliran sungai hingga ke wilayah pantai. Mengingat, kesadaran masyarakat Pandeglang masih rendah untuk sama-sama menjaga lingkungannya dari sampah tersebut.

“Belum lagi, disekitaran Labuan hanya memiliki 1 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Desa Bojongcanar. Sementara, fungsi TPA tersebut juga belum maksimal karena jauh untuk memenuhi standar tempat pembuangan sampah. Di sisi lain, jumlah sarana prasarana dan belum tepatnya pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), serta permasalahan terkait dasar hukum, institusi pengelola sampah, teknik dan biaya, membuat problema sampah Labuan makin serius.” Ujar Fikri.

Founder Rehabilitasi Pandeglang ini menambahkan “Sebagian warga Labuan masih membuang sampah secara sembarangan ke sungai atau saluran kota. Mereka seperti menganggap sungai atau drainase kota sebagai tempat sampah umum. Padahal sampah saat ini didominasi plastik dan bahan lain yang sulit terurai (non-degradable), berbeda dari sampah organik yang pada masa lalu mendominasi.”

Baca Juga: Mulai Harga 1.3 Juta, Berikut Harga Tiket Fan Meeting Kim Sejeong Pemeran Business Proposal di Jakarta

Labuan direncanakan banyak gagasan kegiatan, yaitu pada bulan Oktober ini dengan Kegiatan Pungut dan Pilah Sampah dari Tingkat SD, SLTP, SLTA, MA, SMK, Pondok Pesantren, kemudian Kegiatan Pungut dan Pilah Sampah di lingkungan dan rumah masing-masing serta Gerakan Susur Sungai/Kali Secara Serentak di sekitaran DAS kecamatan Labuan pada Hari Minggu-nya.

“Gerakan bersih sampah, akan kita canangkan di Labuan. Dengan giat ini, maka sungai bersih dari sampah dan menginspirasi warga sadar tidak buang sampah sembarangan,” ungkap Fikri.

Pemerintah kecamatan Labuan bersama muspika lain mencanangkan gerakan pasar bebas sampah, yang mencakup kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Camat berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah disembarang tempat, seperti di kali, karena akan mencemari lingkungan. Sampah mesti dikelola dengan baik dan benar menuju Labuan Bebas Sampah.

“Kita tidak ingin kondisi lingkungan penuh dengan sampah, makanya gerakan bersih-bersih sampah harus terus digelorakan, sehingga kebersihan dan keindahan lingkungan kita terjaga dengan baik,” tegas Ace Janurji Camat Labuan.

Usai pencanangan gerakan pasar bebas sampah di Labuan, Ace mengatakan bahwa gerakan itu mencakup pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai dan pelaksanaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengurangan sampah, penggunaan kembali barang yang sudah dipakai, dan daur ulang sampah.

“Intinya sampah dipilah sesuai dengan jenisnya. Sampah organik dikembalikan ke alam, sampah yang bisa didaur ulang dilakukan daur ulang, dan sampah residu dibuang ke tempat sampah,” katanya.

“Harapannya kalau semua warga pasar mempunyai kesadaran untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan memilah sampah, maka nanti pasar ini benar-benar bebas dari sampah,” katanya.

Baca Juga: 8 Langkah Pengusutan Tragedi Kanjuruhan, Segera Ada Tersangka hingga Oknum TNI Bertindak di Luar Kewenangan

Pokja Persampahan

Gerakan Labuan bebas sampah didukung dari semua unsur, baik dari pemerintahan hingga masyarakatnya kini terus bersatu padu untuk konsisten membumikan Gerakan Bebas Sampah. Keseriusan itu juga nampak dari telah dibentuknya Pokja Persampahan yang menjadi mediator kepada masyarakat dan pengelolaan sampah sampai di tingkat desa.
Pokja Persampahan berisi tokoh masyarakat dari berbagai unsur, perempuan, kiai, aktivis pemuda, akademisi dan lain sebagainya. Bersama Pemerintak kecamatan Labuan, Pokja Persampahan berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat.

Dalam paparannyanya Danramil Labuan Kapt. Inf. Mane kemudian mengharapkan agar gerakan ini menjadi gerakan nyata dilakukan di setiap desa. Mane juga meminta semua pihak terkait agar bekerja keras mensukseskan program tersebut. Karena menurutnya permasalahan sampah berdampak pada banyak hal seperti kesehatan, lingkungan, pariwisata dan masa depan anak

“Permasalahan sampah penting untuk diatasi. Sebab sampah berdampak pada kesehatan, lingkungan, pariwisata dan masa depan anak-anak,” kata Mane.

“Jangan sampai generasi penerus Labuan, anak-anak Labuan menjadi generasi yang” Stunting” karena makanan dan minumannya tercemar sampah”, ujarnya.

Adapun Mane berujar melalui diskusi ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dalam mewujudkan target-target daerah dalam upaya pencapaian Gerakan Banten Bersih.

“Gotong royong untuk mengatasi masalah sampah plastik dari darat yang sudah mencemari laut muncul dalam berbagai cara. Anak-anak muda bergabung dalam komunitas tidak hanya untuk mengedukasi diri dan publik, tetapi juga terjun langsung menggelar aksi bersih sampah. Dunia usaha mencoba memakai plastik ramah lingkungan dalam proses produksinya. Sementara perguruan tinggi membangun kolaborasi untuk mengembangkan riset yang menghasilkan inovasi-inovasi untuk membentuk ekosistem yang secara berkesinambungan”. Ujarnya.

Kapolsek Labuan mengatakan, perlunya pengelolaan sampah sampai ke tingkat individu, karena lingkungan semakin lama semakin penuh oleh manusia dan barang-barang. Sampah yang berpotensi merusak lingkungan tersebut, bahkan bisa menjadi sumber konflik, maka sangat diperlukan upaya untuk membumikan Gerakan Bebas Sampah.

Baca Juga: Mulai Harga 1.3 Juta, Berikut Harga Tiket Fan Meeting Kim Sejeong Pemeran Business Proposal di Jakarta

“Sampah itu bisa jadi faktor konflik antardesa. Kalau orang desa tertentu buang sampah sembarangan lalu terhanyut oleh air masuk lahan pertanian desa lain ini pasti akan jadi ribut. Dulu masyarakat berangkat kerja ada bawa bungkusan kresek sampah, sampai tetangga desa main lempar saja ini bisa jadi faktor konflik.
Maka inilah pentingnya pengelolaan sampah untuk menyelamatkan lingkungan juga untuk keharmonisan hidup bersama supaya jangan jadi masalah,” katanya.

Sopyan Hadi Kepala Desa Teluk mengatakan, gerakan ini harus dilakukan secara terus menerus, tidak boleh berhenti, dan tidak boleh bosan. Kesadaran ini harus dimulai dari diri kita sendiri baru ke masyarakat dengan cara memilah sampah.

“Semoga ikhtiar ini, baik masyarakat, pemerintah, Pokja Sampah, desa, dan individu-individu se-Kecamatan Labuan secara kolektif, kita bisa membangun lingkungan hidup yang lebih nyaman dan lestari,” tambah Sopyan.

“Kalau masyarakat kita sudah peduli sejak dari individu memilah sampah, maka lebih cepat akan mencapai Labuan Bebas Sampah. Di samping itu, juga tidak kalah penting peran para pemimpin, Alhamdulillah di Labuan, kesadaran pemimpinnya sangat bagus, mulai dari Bapak Camat hingga ke bawahnya, sehingga bisa memberikan contoh ke masyarakat,” tandasnya.

Sesi terakhir ditutup dengan sesi tanggapan yang disampaikan oleh tiga orang penanggap, yaitu Dede Jamsonk selaku Wakil Presma UNMA, Asrori selaku Pemerhati Lingkungan dan Dr. Nenden selaku Kepala LP2M UNMA Banten.

Sejalan dengan tanggapan dari Dr. Nenden selaku Kepala LP2M UNMA Banten, bahwasanya upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai ini menjadi tanggung jawab kita bersama mulai dari Pemerintah, sawsta hingga masyarakat sipil. “Karena gerakan ini cukup strategis, sudah sewajarnya Pentahelix yang menjadi partner kolaborasi”. Ujar Bu Nenden.’

Baca Juga: 3 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang Tersusun Rapih Cocok untuk di Kampung dan Sekolah

Harapannya dengan adanya gerakan ini, seluruh pemerintah daerah mau mendukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan menyusun kebijakan di masing-masing daerah dan meningkatkan komitmen implementasi kebijakan tersebut demi menciptakan Pandeglang Bebas Sampah Plastik pada tahun 2030.

Ditutup dengan simpulan yang dibacakan Welly Zofie Host diskusi tentang pelibatan Pentahelix (Pemerintah, Swasta, Komunitas, Media, dan Perguruan Tinggi), di Labuan banyak pihak yang pasti siap mendukung program ‘gerakan Labuan Bebas Sampah’.

Implementasi konkritnya bisa dilakukan melalui: Pembentukan Pokja khusus yang concern tentang persoalan sampah Labuan , Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah dan KSM, Kerjasama pengelolaan sampah antara Pemprov, Pemkab, Pemerintah Kecamatan hingga Desa dan non Pemerintah, Optimalisasi program pemberian dana corporate social responsibility, dan Program edukasi ‘gerakan’, dimana para relawan ‘gerakan’ bisa melakukan pendampingan untuk membantu pemda mengampanyekan masyarakat sadar sampah dan mendayagunakan sampah.

Dengan pengelolaan sampah yang baik diharapkan tercipta masyarakat Labuan yang sehat dan sejahtera. ***

 

Editor: Administrator
Tags: Bebas Sampahkecamatan labuan
Previous Post

Kode 03031 Viral di TikTok, Ternyata ini Artinya…

Next Post

Kamu Pemalas atau Rajin? Coba Tes lewat Link Ujian Kemalasan Docs Google Form ini

Related Posts

Ramadhan
Nasional

Sudah Diputuskan! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada 19 Februari 2026

17 Februari 2026 | 19:44
Pemain Persija Jakarta Mauro Zijlstra berebut bola saat duel lawan Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pekan lalu. (Instagram @persija)
Nasional

Persija Jakarta Vs PSM Makassar, Ujian Konsistensi Macan Kemayoran di Kandang

17 Februari 2026 | 15:27
Hodak berjanji Persib Bandung tampilkan yang terbaik di GBLA. hadapi Ratchaburi. (persib.co.id)
Nasional

Hadapi Ratchaburi FC di GBLA, Persib Bandung Bermodal Kekalahan Telak

17 Februari 2026 | 15:10
Negara Austria memberikan beasiswa untuk jenjang S3 melalui program Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP) 2026. (Freepik.com/ Wirestock)
Nasional

Dosen Kemendiktisaintek Berpeluang Raih Beasiswa S3 IASP 2026 di Austria, Tunjangan Puluhan Juta

17 Februari 2026 | 13:54
Ilustrasi. Pemeirntah siap melaksanakan sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 2026 pada malam ini, Selasa 17 Februari 2026. (Pexels/Markus Spiske)
Nasional

6 Link Streaming Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026 Kemenag, Tinggal Klik Langsung Tersambung

17 Februari 2026 | 13:00
1 Ramadhan 1447 H Muhammadiyah
Nasional

1 Ramadhan 2026 Hari Rabu atau Kamis? Pemerintah Beri Jawaban Tegas

17 Februari 2026 | 10:00
Load More

Popular

  • Pensiunan Krakatau Steel saat menemui Anggota Dewan pada Kamis, 12 Februari 2026. (dok Pensiunan Krakatau Steel)

    Pensiunan Krakatau Steel Mengadu ke Anggota Dewan, Buntut Perusahaan Alot Naikkan Dana Pensiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Royal Baroe Banyak Diincar Investor Luar Kota Serang, Pemkot Siapkan UPT Khusus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Link Twibbon Ramadan 2026, Dijamin Keren dan Kekinian Buat Ibadahmu Makin Semangat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kumpulan Link Twibbon Terbaru Tahun Baru Imlek 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Kota Serang, All You Can Eat Rp100 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilantik, Karang Taruna Puloampel Langsung Fokus Tangani Sampah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Ucapan Maaf Sebelum Puasa Ramadan 2026, Kata-kata Tulus dan Menyentuh Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Ratusan warga Muhammadiyah Kota Cilegon menggelar salat tarawih di Masjid UBK, Selasa 17 Februari 2026. (Uri/Banten Raya)

Ratusan Warga Muhammadiyah Cilegon Gelar Salat Tarawih, Masjid Umar Bin Khattab Dipenuhi Jamaah

17 Februari 2026 | 20:55
Suasana Sungai Tamborasi di Sulawesi Tenggara. Dok : Pariwisata Indonesia

Jadi Sungai Terpendek di Dunia, Sungai Tamborasi Miliki Keindahan Alam Yang Cantik

17 Februari 2026 | 20:51
Warga Muhammadiyyah Kota Cilegon menjalankan ibadah Salat Tarawih sebagai tanda masuknya awal Ramadan 1447 H di Masjid Umar Bin Khattab Jalan Stasiun, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Selasa (17/2/2026).(Uri/Bantenraya)

Masyarakat di Cilegon Diminta Hargai Perbedaan Penetapan Awal Ramadan

17 Februari 2026 | 20:48
Menjelang Ramadan, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Rau Kota Serang tembus Rp 100.000 per kilogram, Selasa 17 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Busyet Cabai Rawit Merah di Kota Serang Tembus Rp 100.000 Per Kilogram Jelang Puasa

17 Februari 2026 | 20:43

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda