BANTENRAYA.COM – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkumpul dari pagi hari di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang Senin 3 Oktober 2022.
Berkumpulnya Tim KPK tersebut dalam rangka melakukan pendidikan pemberantasan dan gerakan anti korupsi kepada masyarakat Kota Cilegon melalui Roadshow Bus KPK.
Sedaripukul 08.00 WIB Tim KPK Divisi Sosialisasi sudah berkumpul di Rumah Dinas Walikota Cilegon.
Mereka dan akan berjalan menggunakan Bus KPK diiringi sejumlah komunitas dari komunitas ontel, otomotif, drumband hingga pelajar.
Kedatangan Bus KPK sendiri merupakan agenda untuk menyampaikan soal gerakan anti korupsi kepada masyarakat, sehingga masyarakat ikut berpartisipasi bukan saja pada pemberantasan tapi dalam bentuk pencegahan.
Termasuk juga Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon sebagai penyelenggara Negara harus benar-benar bersih dan menjadikan budaya anti korupsi sebagai penyelenggara pemerintahan.
Perwakilan KPK Divisi Sosialisasi dan Sosialisasi Anti Korupsi Wuryono Prakoso menjelaskan, ada 3 ujung tombak yang digunakan KPK dalam pemberantasan korupsi yakni pertama penindakan, kedua pencegahan dan ketiga pendidikan public.
“KPK hari ini memakai tiga ujung tombang, pertama penindakan agar orang mendapatkan efek jera dan tidak lagi melakukan korupsi,” katanya.
“Lalu ada juga pencegahan dimana sistem yang masing bolong-bolong ditutupi dan ujung tombang ketiga lewat pendidikan korupsi,” katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Anies Baswedan Maju Jadi Capres 2024! Siapa Wakilnya?
“Bus ini lebih kepada pendidikan public dimana mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memberantas korupsi,” paparnya.
Wuryono mengatakan, event Roadshow Bus KPK tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat jika sebenarnya korupsi masih ada.
Serta tidak akan bisa selesai jika tidak ada kesadaran semua masyarakat untuk berani melawan.
Baca Juga: Ini Kata Ustadz Adi Hidayat Mengenai Tragedi Kanjuruhan: Olahraga Momentum yang Menyehatkan
“Memang event ini memang untuk menyadarkan masyarakat, jika sebetulnya penyakit yang masih ada sampai hari ini adalah korupsi dan kita baru bisa keluar dari krisis ini jika kita semua berani melawan,” tegasnya.
“Partisipasi publik menjadi kata penting melengkapi ketiga ujung tombak tadi, penindakan, pencegahan dan pendidikan korupsi,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan, menyambut baik kedatangan tim dan Bus KPK.
Baca Juga: 5 Potret dan Pesona Inka Putri Pratiwi Pemeran Feni di Preman Pensiun 6, Sporty Nan Elegan
Hal tersebut semoga saja menambah edukasi kepada masyarakat tentang berani jujur.
Sebab, sebagaimana diketahui di Kota Cilegon korupsi pernah terjadi dan dilakukan oleh para oknum.
“Menyambut baik salah satu kepercayaan di Kota Cilegon dari 8 kabupaten kota dan terpilih 3 yakni Tangsel, Serang dan Cilegon dan kami ingin adanya pendidikan tentang berani jujur itu mantap dan hebat,” ucapnya.
Baca Juga: Pasca Tragedi Kanjuruhan, Valentino Simanjuntak Putuskan Mundur Sebagai Komentator Liga 1
“Artinya KPK hadir di Kota Cilegon untuk melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa,” ucapnya.
“Ini menjadi komitmen membangun Cilegon dengan kejujuran dan sesuai aturan. Artinya kita tahu bahwa Cilegon ini bapak tahu (korupsi dan tangkap tangan oleh KPK pernah terjadi) kita ingin lebih baik lebih transparan dan lain-lain,” pungkasnya. ***
Uri/Bantenraya.com

















